"Tahun kini utang baru US$ 200 juta dari sindokasi perbankan. Dicairkan tahun ini," kata Direktur Keuangan Garuda, Handrito Hardjono di Hotel Mandarin, Jakarta, Rabu (1/8/2012).
Agustus ini tahap I sekitar US$ 75 juta dari pinjaman US$ 200 juta siap dicairkan Citibank. Nama terakhir yang disebut adalah lead arranger atas pinjaman GIAA.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bunga pinjaman US$ 200 juta ini memiliki jangka waktu 5-6 tahun. Pinjaman baru ini dugunakan untuk penambahan pesawat dan hingga akhir tahun armada Garuda berjumlah 105 unit.
"Pinjaman tersebut akan digunakan untuk pengadaan pesawat," tuturnya.
Hingga akhir semester I-2012 perseroan tercatat mengakumulasi pinjaman US$ 422 juta dan bersifat jangka panjang. Di periode yang sama perseroan juga telah membayar utang US$ 35 juta.
Pada tahun 2012 ini, Garuda Indonesia akan menerima 21 pesawat baru yang terdiri dari 4 B737-800NG, 2 A330-200, 10 pesawat A320 untuk Citilink, dan 5 pesawat sub-100 Bombardier CRJ1000 NextGen. Dari 21 pesawat tersebut, Garuda telah menerima 1 B737-800NG dan 1 A330-200 pada bulan Februari lalu.
"Dengan kedatangan pesawat-pesawat baru tersebut, maka pada tahun 2012 jumlah armada Garuda Indonesia akan mencapai sebanyak 105 pesawat dengan rata-rata usia 5,8 tahun.
(wep/ang)











































