Banyak Profit Taking, IHSG Terpangkas 11 Poin

Banyak Profit Taking, IHSG Terpangkas 11 Poin

Angga Aliya ZRF - detikFinance
Rabu, 01 Agu 2012 16:14 WIB
Banyak Profit Taking, IHSG Terpangkas 11 Poin
Ilustrasi foto: Angga/detikFinance
Jakarta -

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpangkas 11 poin akibat banyaknya aksi ambil untung. Saham-saham unggulan yang sudah naik tinggi mulai terkena tekanan jual.

Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup menguat di posisi Rp 9.460 per dolar AS dibandingkan penutupan perdagangan kemarin di posisi Rp 9.470 per dolar AS.

Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG dibuka berkurang 8,637 poin (0,21%) ke level 4.133,700 akibat aksi ambil untung. Investor memanfaatkan posisi indeks yang sudah naik tinggi dalam enam perdagangan terakhir.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pelaku pasar langsung melakukan aksi ambil untung, pasalnya indeks sudah menguat dalam 6 hari berturut-turut. Investor juga masih melihat kebijakan apa yang akan diambil The Fed dan ECB pekan ini dalam mendorong pertumbuhan ekonomi.

Indeks langsung jatuh ke posisi terendahnya hari ini di 4.103,462 akibat maraknya aksi jual tersebut. Indeks sama sekali tidak singgah ke zona hijau hingga siang ini.

Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG melemah 27,432 poin (0,67%) ke level 4.114,905 menyusul maraknya aksi ambil untung. Saham-saham konsumer paling banyak kena tekanan jual.

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan tingkat inflasi Juli 2012 mencapai 0,7%, angka ini lebih tinggi dari inflasi Juni lalu sebesar 0,62%. Secara tahunan alias year on year inflasi Juli mencapai 4,56%, sementara inflasi tahun berjalan alias year to date (Januari-Juli 2012) mencapai 2,5%.

Meski inflasi naik, tapi masih di bawah prediksi pasar sebesar 0,8% sehingga efeknya tidak terlalu terasa di pasar modal. Investor lokal masih getol lepas saham.

Mengakhiri perdagangan, Rabu (1/8/2012), IHSG ditutup terpangkas 11,872 poin (0,29%) ke level 4.130,465. Sementara Indeks LQ45 terkoreksi 2,276 poin (0,32%) ke level 710,494.

Frekuensi transaksi investor asing hari ini cukup tinggi. Sayangnya, hingga sore ini transaksi asing tercatat hanya melakukan pembelian bersih (foreign net buy) tipis senilai Rp 141,057 miliar di seluruh pasar.

Perdagangan hari ini berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 160.246 kali pada volume 8,499 juta lot saham senilai Rp 4,908 triliun. Sebanyak 116 saham naik, sisanya 148 saham turun, dan 107 saham stagnan.

Rata-rata bursa di regional berhasil mengakhiri perdagangan hari ini di zona merah. Hanya bursa saham Jepang dan Indonesia yang masih terjebak di teritori negatif.

Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa di Asia hingga sore hari ini:

  • Indeks Komposit Shanghai menguat 19,73 poin (0,94%) ke level 2.123,36.  
  • Indeks Hang Seng naik 23,57 poin (0,12%) ke level 19.820,38.  
  • Indeks Nikkei 225 melemah 53,21 poin (0,61%) ke level 8.641,85.  
  • Indeks Straits Times bertambah 9,11 poin (0,30%) ke level 3.045,51.  


Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Merck (MERK) naik Rp 1.750 ke Rp 146.750, Multi Bintang (MLBI) naik Rp 1.500 ke Rp 706.500, Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 1.150 ke Rp 36.700, dan Multi Prima (LPIN) naik Rp 425 ke Rp 3.450.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 4.150 ke Rp 52.200, Mayora (MYOR) turun Rp 750 ke Rp 21.650, Indocement (INTP) turun Rp 700 ke Rp 20.800, dan HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 500 ke Rp 51.500.

(ang/dru)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads