Aerowisata, Anak Usaha Garuda yang Paling Siap Masuk Bursa

Aerowisata, Anak Usaha Garuda yang Paling Siap Masuk Bursa

Whery Enggo Prayogi - detikFinance
Rabu, 01 Agu 2012 16:16 WIB
Aerowisata, Anak Usaha Garuda yang Paling Siap Masuk Bursa
Ilustrasi foto: Angga/detikFinance
Jakarta - PT Mandiri Sekuritas (Mansek) terus mengkaji wacana penjualan sebagian saham dua anak usaha PT Garuda Indonesia Airlines Tbk (GIAA) kepada publik melalui Initial Public Offering (IPO). Mansek berlaku sebagai penasihat keuangan.

Jika melihat kondisi yang ada, PT Aerowisata Catering Services lebih siap dibandingkan PT Garuda Maintenance Facility (GMF). Bisnis pelayanan catering terus tumbuh seiring makin tingginya frekuensi penerbangan Garuda.

Kinerja Aerowisata lebih cemerlang dan potensi peningkatan akan terjadi di masa mendatang. Bandingkan dengan GMF yang pendapatannya masih banyak bergantung oleh induk perusahaan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau melihat kondisi internal memang Aerowisata, karena bisnis catering terus berkembang. Sedangkan GMF ketergantungan terhadap Garuda masih tinggi," kata Direktur Utama GIAA, Emirsyah Satar di Jakarta, Rabu (1/8/2012).

Ia mengaku, jumlah penumpang Garuda Indonesia sebagai maskapai full service terus meningkat. Hingga tahun ini 20 juta penumpang siap diterbangkan GIAA dengan total frekuensi mencapai 380 penerbangan per hari.

"Jumlah penumpang yang terus bertambah, dengan 380 frekuensi per hari. Bandingkan 3-4 tahun hanya 180 frekuensi per hari. Jadi Dapur harus digedein," ucapnya.

Meski demikian Emir menyerahkan segala keputusannya kepada hasil analisa Mansek yang tuntas dalam tempo empat minggu mendatang. "Aerowisata atau GMF bisa bersama-sama atau sendiri-sendiri atau postpone," tegas Emir.

(wep/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads