Maskapai penerbangan Asia, Japan Airlines (JAL) yang sebelumnya mendapaftarkan kebangkrutan di 2010, berencana mencatatkan sahamnya kembali di Bursa Tokyo (Tokyo Stock Exchange) pada September 2012.
Rencana penawaran perdana saham atau Intital Public Offering (IPO) JAL akan menghasilkan dana US$ 8,5 miliar atau sekitar Rp 79,9 triliun.
Seperti dilansir The New York Times, Jumat (3/8/2012), dengan dukung pemerintah Jepang, JAL siap menjual 175 juta saham dengan kisaran harga 3.790 yen per lembar dan sebagai penggantian investasi.
Β
Berdasarkan catatan, JAL mengalami perbaikan yang kuat usai pengurangan karyawan di 16 ribu posisi sebelumnya, kemudian memangkas rute penerbangan yang selalu merugi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nilai emisi saham perdana Japan Airlines dipercaya menjadi yang terbesar kedua setelah IPO Facebook.
JAL memang mendapat keuntungan dari pemerintah dengan
pembebasan pembayaran pajak di masa mendatang dengan nilai miliaran dollar. Atas kebijakan ini, All Nippon Airways, pasing Japan Airline merasa dirugikan karena tidak mencerminkan persaingan yang adil.
Kritik lain juga mengemuka karena permasalahan struktur Japan Airline belum juga tuntas paska baliout dari pemerintah Jepang, sehingga prospek bisnis perseroan dipertanyakan.
JAL kini tengah membangun bisnisnya kembali dan siap menjadi maskapai terbesar di dunia yang sempat perseroan sandang. JAL siap bersaing dengan maskapai besar lain, Singapore Airlines dan Emirates. (wep/ang)











































