Pekan lini, saham Facebook menembus level terendahnya di bawah US$ 20 per lembar, pertama kalinya sejak IPO. Pada penutupan perdagangan Jumat waktu setempat, sahamnya naik tipis ke posisi US$ 21,09, tapi tetap saja diskon 44,5% dari harga IPO.
Ada banyak kekhawatiran yang beredar di pasar, salah satunya adalah koreksi lebih lanjut dari saham perusahaan yang didirikan Mark Zuckerberg itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Michael Comeau dari situs finansial Minyanville mengatakan, sebanyak 268 juta saham Facebook bisa membanjiri pasar, menambah jumlah yang saat ini sudah beredar sebanyak 460 juta. Tambahan saham baru akan datang lagi sebelum tahun ini berakhir.
"Saya yakin 268 juta saham ini akan masuk dalam dua pekan. Apakah ada yang mau beli untuk saham baru tersebut?" katanya dikutip AFP, Sabtu (4/8/2012).
Comeau mengatakan, prediksi analis untuk laba per saham Facebook tahun ini pun sudah diturunkan, dari 51 sen menjadi 49 sen. "Prediksi yang diturunkan ini biasanya menjadi indikator negatif bagi saham," jelasnya.
Facebook juga berada dalam tekanan pasar setelah melaporkan kinerja pertamanya sebagai perusahaan terbuka bulan lalu. Meksi kinerjanya masih tumbuh, tapi sedikit di bawah prediksi pasar.
Raksasa jejaring sosial itu juga harus terus menggenjot jumlah penggunanya demi menambah pendapatan. Meski sudah banyak yang mendaftar sebagai pengguna baru, manajemen Facebook optimistis akan lebih banyak lagi pengguna yang punya ID ganda.
Trip Chowdhry dari Global Equities Research, secara konsisten sejak awal IPO mengatakan harga Facebook terlalu mahal. Menurutnya, perusahaan tersebut merupakan korban dari kesuksesannya sendiri.
"Semua orang punya Facebook. Orang tua Anda ada di Facebook, Tetangga Anda ada di Facebook," katanya.
"Jadi apa yang dilakukan orang selanjutnya? Mereka bikin ID ganda, atau malah berselancar di tempat lain. Orang-orang mulai mengurangi aktifitasnya di Facebook," ujarnya.
(ang/ang)











































