Saham Sharp menyentuh titik terendahnya dalam empat dekade terakhir akibat kerugian yang cukup besar. Sahamnya kembali anjlok setelah perusahaan asal Taiwan, Hon Hai Precision, berniat membatalkan kerjasama.
Pada akhir pekan lalu, saham Sharp sudah jatuh 28% akibat kerugian perusahaan yang dikabarkan mencapai US$ 1,77 miliar (Rp 16 triliun) di triwulan II-2012 saja. Kerugian ini masih bisa bertambah hingga akhir tahun ini.
Hon Hai, induk usaha raksasa komponen elektronik Foxconn yang biasa menyediakan komponen untuk berbagai alat elektronik keluaran Apple, mengatakan akan mengkaji kembali rencana pembelia 10% saham Sharp di harga 550 yen per lembar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tapi ia mengaku sudah diyakinkan oleh pihak Sharp bahwa harga akuisisi itu masih 'bisa dibicarakan' lebih lanjut. Awalnya, ia berharap akuisisi bisa rampung sebelum 31 Maret 2013, namun tanggal ini masih bisa berubah jika ada pengkajian kembali dari Hon Hai.
Namun manajemen Sharp menampik kabar pengkajian kembali tersebut, sebuah langkah yang membuat pelaku pasar kebingungan sehingga memilih untuk menjual saham perusahaan teknologi asal Jepang tersebut.
(ang/wep)










































