Tergerus Aksi Ambil Untung, IHSG Hanya Naik 5 Poin

Tergerus Aksi Ambil Untung, IHSG Hanya Naik 5 Poin

Angga Aliya ZRF - detikFinance
Senin, 06 Agu 2012 16:10 WIB
Tergerus Aksi Ambil Untung, IHSG Hanya Naik 5 Poin
Ilustrasi foto: Angga/detikFinance
Jakarta -

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hanya mampu naik 5 poin akibat laju penguatannya terhambat aksi ambil untung. Saham-saham unggulan menjadi incaran investor untuk profit taking.

Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup menguat di posisi Rp 9.460 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan akhir pekan lalu Rp 9.475 per dolar AS.

Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG melompat 43,063 poin (1,05%) ke level 4.142,876 terbantu sentimen positif dari pasar global. Data tenaga kerja AS menunjukkan penguatan yang signifikan sehingga menepis kekhawatiran melambatnya perekonomian global.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Investor memburu saham-saham unggulan yang harganya masih fair. Aksi beli yang sejak pekan lalu tertahan kini mulai dikeluarkan oleh para pelaku pasar.

Indeks langsung menembus posisi tertinggi di level 4.146,659 akibat aksi jual tersebut. Indeks sama sekali tidak menyentuh zona merah pada perdagangan sesi pagi.

Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG menguat 24,164 poin (0,58%) ke level 4.123,977 menyusul aksi jual di saham-saham unggulan. Sayangnya, laju indeks masih kalah dibandingkan bursa-bursa di Asia.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi RI pada triwulan II-2012 mencapai 6,4%. Capaian tersebut tumbuh 2,8% dibandingkan pada 3 bulan pertama tahun 2012 ini.

Poin yang dicetak IHSG sejak pagi tadi secara perlahan tergerus oleh aksi ambil untung. Indeks sempat menipis dan menyentuh posisi terendahnya hari ini di 4.097,749.

Menutup perdagangan awal pekan, Senin (6/8/2012), IHSG naik tipis 5,686 poin (0,13%) ke level 4.105,499. Sementara Indeks LQ45 menguat tipis 0,004% poin (0,01%) ke level 703,752.

Aksi ambil untung marak terjadi di saham-saham unggulan yang sejak pagi tadi sudah bergerak naik. Aksi jual ini dilakukan oleh investor lokal dan asing.

Pemodal asing yang sudah banyak menempatkan dananya di Bursa Efek Indonesia (BEI) sejak pekan lalu kini mulai ambil untung. Transaksi asing hingga sore ini tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 81,703 miliar di seluruh pasar.

Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 111.698 kali pada volume 6,202 juta lot saham senilai Rp 3,547 triliun. Sebanyak 128 saham naik, sisanya 128 saham turun, dan 104 saham stagnan.

Laju penguatan bursa-bursa di Asia semakin sore makin cepat. Akhirnya, pasar saham regional kompak menguat mengakhiri perdagangan awal pekan ini.

Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa di regional sore hari ini:

  • Indeks Komposit Shanghai melonjak 22,12 poin (1,04%) ke level 2.154,92. Β 
  • Indeks Hang Seng melesat 403,24 poin (2,05%) ke level 20.069,42.
  • Indeks Nikkei 225 melompat 171,18 poin (2,00%) ke level 8.726,29. Β 
  • Indeks Straits Times menguat 25,34 poin (0,83%) ke level 3.076,67. Β 


Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Taisho (SQBI) naik Rp 4.000 ke Rp 237.000, Surya Toto (TOTO) naik Rp 1.000 ke Rp 66.000, Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 950 ke Rp 37.100, dan United Tractor (UNTR) naik Rp 550 ke Rp 21.850.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Bank Mandiri (BMRI) turun Rp 200 ke Rp 8.100, Dian Swastatika (DSSA) turun Rp 200 ke Rp 13.000, Asuransi Dayin (ASDM) turun Rp 110 ke Rp 790, dan Indofood CBP (ICBP) turun Rp 100 ke Rp 6.600.

(ang/wep)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads