Bank Mayapada Berencana Terbitkan Sub-debt Rp 200 Miliar
Jumat, 27 Agu 2004 11:55 WIB
Jakarta - PT Bank Mayapada Tbk (MYPD) berencana menerbitkan obligasi sub-debt senilai Rp 200 miliar dalam rangka meningkatkan rasio kecukupan modal (CAR). Selain itu perseroan juga berencana melakukan right issue senilai Rp 20 miliar yang keduanya akan dilakukan pada semester II/2004 ini.Demikian diungkapkan oleh Direktur Bank Mayapada Sudarman dalam paparan publik usai RUPSLB di Gedung BEJ, Jl Jenderal Sudirman, Jakarta, Jumat (27/8/2004).Menurutnya untuk penerbitan obligasi pihaknya masih melakukan penjajakan dengan penjamin emisi dengan syarat mereka mau melanjutkan full commitment. Emisi obligasi tersebut bisa meningkatkan modal inti perusahaan menjadi sebesar Rp 300 miliar dari saat ini yang sebesar Rp 50 miliar lebih yang berakibat pada meningkatnya CAR 2-3 persen dimana posisi CAR per Juni 2004 sebesar 15 persen.Untuk right issue dilakukan karena perseroan membutuhkan pendanaan untuk membuka cabang baru yang berlokasi di Medan, Makassar pada tahun 2004 serta wilayah lain seperti Pekanbaru, Pontianak, Malang, Samarida dan Lampung tahun 2005. Untuk pembiayaan setiap cabang itu perseroan menginvestasikan dana sebesar Rp 2-3 miliar jika membangun kantor sendiri dan Rp 1 miliar jika melakukan sewa kantor.Dijelaskan dalam tema Arsitektuur Perbankan Indonesia dalam jangka waktu lima tahun ke depan perseroan berharap bisa menaikkan total aset sebesar Rp 5 triliun dimana per Juni 2004 sebesar Rp 2,5 triliun. "Dari skema API kita merencanakan untuk menjadi bank fokus untuk sektor ritel dan konsumen," kata Sudarman.Mengenai rencana right issue yang keempat, Sudarman berharap bisa disetujui pemegang saham karena meskipun akan ada dilusi namun perseroan menjanjikan prospek yang lebih baik pada tahun-tahun mendatang setelah pemegang saham menyetujui quasi reorganisasi pada RUPSLB hari ini.Quasi-reorganisasi ini membuat defisit modal yang dialami perseroan tereliminasi hingga sebesar Rp 67 miliar. Dengan disetujuinya quasi-reorganisasi ini manajemen membagikan dividen untuk tahun buku 2004 kepada pemegang saham. Sebelumnya sejak tahun 1997 perseroan tidak membagikan dividen karena mengalami akumulasi rugi.Hingga akhir tahun 2004 perseroan menargetkan laba bersih Rp 30 miliar dimana per Juni 2004 laba kotor mencapai Rp 28,9 miliar. Saat ini publik memiliki 28,46 persen saham Bank Mayapada, sedangkan pemegang saham lainnya adalah PT Mayapada Karunia 26,47 persen, PT Mayapada Kasih 18,67 persen, Summertime 20,88 persen dan Brilliant Bazaar 15,52 persen.
(san/)











































