Sudah 8 Konsorsium Ajukan Minat Divestasi Bank Permata

Sudah 8 Konsorsium Ajukan Minat Divestasi Bank Permata

- detikFinance
Jumat, 27 Agu 2004 13:46 WIB
Jakarta - Hingga Jumat (27/8/2004) siang, sudah 8 konsorsium yang memasukkan permintaan untuk mengikuti kualifikasi (request for qualification/RFQ) ke PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA) dalam rangka divestasi 51 persen saham Bank Permata. Selanjutnya, PPA akan melakukan kualifikasi untuk selanjutnya mengumumkan penawar terbatas (shortlisted bidder) pada Selasa depan."Kita estimasi 8-10 konsorsium yang akan ikut preliminary interest," kata Direktur Utama PPA, Mohamad Syahrial, saat ditemui di kantornya, Jumat (27/8/2004).Menurut dia, pengajuan RFQ paling lambat pukul 14.00 WIB hari ini. Kedelapan konsorsium tersebut adalah konsorsium Bank Mandiri-Bank Buana, Maybank, Commerce Asset, Standard Chartered, Bank Panin, Barclay-Bank Danamon, BRI dan UOB.Namun Syahrial mengaku belum bisa menjelaskan siapa saja yang menjadi anggota masing-masing konsorsium tersebut. Alasannya, RFQ dari masing-masing konsorsium belum dibuka.Sementara itu, mengenai sejumlah bank di bawah PPA yang juga mengikuti divestasi Bank Permata, mantan deputi ketua Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) itu mengaku memang bisa menyebabkan terjadinya konflik kepentingan (conflict of interest)."Bank-bank di bawah PPA memang conflict of interest, karena meskipun ada persetujuan RUPS, kita tetap tidak boleh memberi opini apa-apa. Karena kita merupakan pihak yang conflict of interest sehingga kita sebagai institusi pengelola aset negara tidak mau menjadi partisipan yang pasif," paparnya.Ia juga mengakui, secara hukum PPA memang tidak bisa melarang keikutsertaan bank-bank di bawah PPA untuk mengikuti divestasi Bank Permata. Namun karena dianggap membahayakan pemerintah secara keseluruhan, maka nantinya hal itu akan menjadi liabilities dalam total penilaian.Mengenai konsorsium UOB yang juga memiliki saham di Bank Buana dimana keduanya menjadi konsorsium terpisah, Syahrial mengatakan, hal itu tidak menjadi masalah selama UOB yang memiliki 23 persen saham Bank Buana tidak mencampuri konsorsium Bank Mandiri.Harga PenawaranLebih lanjut, Syahrial menuturkan, dalam RFQ yang diajukan ke PPA, seluruh konsorsium sudah mengajukan harga penawaran. "Namun harga itu akan menjadi patokan minimun dimana diharapkan pada final bid (penawaran akhir) nanti bisa lebih tinggi," lanjutnya.Ia menjelaskan, penilaian rencana merger juga akan menjadi pertimbangan penetapan shortlisted bidder, di samping masalah harga dan komitmen pelaksanaan rencana bisnis. "Akan lebih baik bagi negara kalau mereka punya komitmen untuk merger," imbuh Syahrial.Syahrial mengakui, sejumlah konsorsium ada yang ingin melakukan merger sehingga mereka nantinya tidak hanya mengikuti divestasi 51 persen saham Bank Permata, namun juga divestasi lanjutan sebesar 20 persen. "Merger itu menjadi poin penting karena PPA ingin menyesuaikan dengan tujuan BI dalam pelaksanaan Arsitektur Perbankan Indonesia," ujarnya.Kembali mengenai masalah harga, Syahrial mengungkapkan, berdasarkan kunjungan konfirmasi (confirmation visit) sejak 18 Agustus lalu, ternyata investor menilai harga saham sebesar 1,8 kali nilai buku dinilai masih terlalu rendah. (ani/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads