PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) baru saja kehilangan salah satu satelitnya yang diluncurkan di Rusia. Namun, saham perseroan tidak terpengaruh oleh kejadian tersebut.
Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (9/8/2012), hingga pukul 11.00 waktu JATS, harga saham TLKM bertambah 200 poin (+2,22%) ke level Rp 9.200. Sebanyak 9.983 lot sahamnya ditransaksikan 735 kali senilai Rp 45,764 miliar.
Roket milik pemerintah Rusia Proton-M yang membawa satelit Telkom-3 dan Express MD2 menghilang beberapa jam setelah meluncur dari Baikonur Cosmodrome, Kazakhstan pada hari 6 Agustus kemarin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada penutupan perdagangan kemarin Rabu 8 Agustus, saham TLKM juga naik tipis 50 poin (+0,55%) ke level Rp 9.000, atau tepat dua hari setelah berita hilangnya satelit tersebut.
Kendati sudah kehilangan salah satu asetnya, saham Telkom malah reli selama 3 hari alias terus menguat tanpa terpengaruh sentimen negatif pasar, seperti krisis utang uni Eropa yang berkepanjangan.
Satelit Telkom-3 yang gagal mengorbit ini sudah dikabarkan hilang, namun dipastikan tidak akan mengganggu operasional dan layanan Telkom Group secara keseluruhan. Apalagi satelit seharga Rp 1,8 triliun ini telah diasuransikan secara penuh.
"Anomali ini tidak mengganggu operasional dan layanan Telkom, karena Telkom saat ini mengoperasikan dan menggunakan beberapa satelit," jelas Head of Corporate Communication and Affair Telkom, Slamet Riyadi.
Saat ini, pihak ISS Reshetnev sedang melakukan investigasi lebih lanjut atas kejadian ini dan akan segera menyampaikan hasilnya kepada Telkom. Melalui koordinasi intensif dengan pihak ISS Reshetnev, Telkom berharap mendapatkan informasi rinci dalam waktu dekat.
(ang/wep)











































