Menangkan Divestasi Bank Permata, BRI Minta Share Swap
Jumat, 27 Agu 2004 17:09 WIB
Jakarta - PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) telah menyiapkan dua opsi jika perseroan memenangkan divestasi 51 persen saham PT Bank Permata Tbk. Opsi tersebut disiapkan karena BRI berniat melakukan merger dengan Bank Permata. "BRI hanya mau masuk kalau nantinya merger. Tapi kita kan terbentur BMPK (Batas Maksimum Pemberian Kredit-red), jadi harus bentuk konsorsium. Karena kita mau merger maka partner-nya yang harus mau sama-sama BRI sampai kapan saja," kata Direktur Utama BRI, Rudjito, saat ditemui di Hotel Grand Hyatt, Jl. MH Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat (27/8/2004).Menurut Rudjito, dalam konsorsium yang dibentuk itu nantinya ada 1-2 mitra yang akan terus bersama BRI pasca merger. Oleh karena itu, bank yang akan digandeng dalam konsorsium haruslah bank yang mempunyai program untuk mengembangkan sayapnya di Indonesia dan memiliki sejumlah kelebihan."Dua minggu lalu partner kita sudah menyatakan minatnya. Yang satu adalah bank asal Malaysia," kata Rudjito. Namun ia menolak mengiyakan ketika disebut bank dimaksud adalah Hong Leong Bank. Yang jelas, lanjut dia, bisa juga pihaknya menggandeng mitra lokal seperti dana pensiun.Penasihat KeuanganSaat ini, BRI sudah menunjuk penasihat keuangan yakni Citigroup, yang akan mengkaji rencana ke depan jika merger BRI-Bank Permata jadi dilaksanakan. Kedua opsi tersebut akan ditawarkan kepada pemerintah selaku pemegang saham Bank Permata.Opsi pertama, BRI meminta pertukaran saham pemerintah di Bank Permata(share swap). Makanya, BRI minta pemerintah menunda dulu sisa penjualan saham Bank Permata sebesar 20 persen.Opsi kedua, BRI harus membeli sisa saham 20 persen Bank Permata. "Tapi itu membutuhkan dana dan kalau ini terjadi bisa saja yang membeli BRI atau partner yang menyuntik dana, dengan porsi partner lebih besar dari BRI," demikian Rudjito.
(ani/)











































