Dana ini, seperti dilansir AFP, Jumat (10/8/2012), dialokasikan untuk pengembangan klub dan si pemilik MU, Malcolm Glazer.
Namun jelang listing, analis dan suporter setia klub justru pesimis akan kesuksesan IPO saham MU. Terlebih usai Malcolm Glazer membeli MU di tahun 2005 dan menutup saham mereka di bursa London.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Data terakhir juga disebutkan kapitalisasi pasar MU di NYSE bisa mencapai US$ 2,9 miliar. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan kapitalisasi klub kaya lain Real Madrid, yang sudah terbukti bisa meraih laba tinggi.
Kinerja saham MU pasca listing diharapkan membaik, seiring tren pergerakan indeks yang terus menguat dalam beberapa tahari terakhir, setelah bulan Juli pasar terkoreksi cukup dalam.
Di 2011 MU pernah mendaftarkan penerbitan saham perdanannya di bursa Singapura dan Hongkong, namun ditolak oleh otoritas pasar modal setempat. Padahal dengan IPO di Asia, MU berharap semakin dekat dengan penggemarnya.
MU memang dikenal memiliki penggemar fanatik terbesar di Asia. Namun kesuksesan ini terganggu paska Malcolm Glazer masuk sebagai pemilik baru klub. Alih-alih memajukan klub, MU justru makin menumpuk utang.
Utang MU bahkan pernah menjadi US$ 1,55 miliar di 2010 akibat terpaan krisis. Fans MU pun menjadi anti Glazer, yang mereka tunjukkan dengan protes keras ke manajemen.
Hingga akhir tahun lalu, MU meraup laba US$ 19,7 juta dengan total pendapatan US$ 518,5 juta. Klub berharap dana hasil IPO bisa mengurangi utang yang saat ini mencapai US$ 664 juta per Maret 2012.
Fans MU pun beranggapan penjualan saham perdanan klub adalah tindakan keliru, karena membuka peluang penambahan utang lebih besar di kemudian hari. Demikian disampaikan Andy Green bloger The Andersred.
"Penjualan saham MU adalah buruk bagi penggemar," tulis Manchester United Supporters' Trust.
(wep/ang)











































