Mengawali perdagangan awal pekan, IHSG bertambah 7,044 poin (0,17%) ke level 4.148,608 meski sudah hampir masuk area jenuh beli. Indeks dapat semangat dari penguatan bursa global akhir pekan lalu.
Meski posisi indeks sudah hampir masuk area jenuh beli, namun aksi beli masih terus berlanjut. Beberapa investor memanfaatkan posisi ini untuk aksi ambil untung jelang lebaran.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada penutupan perdagangan sesi I, Senin (13/8/2012), IHSG turun tipis 6,367 poin (0,15%) ke level 4.135,197. Sementara Indeks LQ45
Saham-saham unggulan menjadi yang paling banyak terkena tekanan jual. Tujuh sektor sukses melemah, sementara hanya tiga sektor yang mampu menguat, yaitu industri dasar, konsumer dan manufaktur.
Perdagangan hari ini berjalan sepi dengan frekuensi transaksi mencapai 53.616 kali pada volume 2,798 juta lot saham senilai Rp 1,509 triliun. Sebanyak 73 saham naik, sisanya 150 saham turun, dan 87 saham stagnan.
Rata-rata bursa di Asia terjebak di teritori negatif akibat tekanan jual. Hanya pasar saham Singapura yang masih bertahan di zona hijau.
Berikut kondisi bursa-bursa di Asia hingga siang hari ini:
Indeks Komposit Shanghai melemah 11,71 poin (0,54%) ke level 2.157,10.
Indeks Hang Seng turun 41,44 poin (0,21%) ke level 20.094,68.
Indeks Nikkei 225 menipis 3,22 poin (0,04%) ke level 8.888,22.
Indeks Straits Times menanjak 7,29 poin (0,24%) ke level 3.061,49.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Unilever (UNVR) naik Rp 650 ke Rp 25.450, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 350 ke Rp 51.550, Indocement (INTP) naik Rp 300 ke Rp 20.300, dan Lippo (LPCK) naik Rp 100 ke Rp 3,650.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Surya Toto (TOTO) turun Rp 350 ke Rp 7.000, United Tractor (UNTR) turun Rp 250 ke Rp 22.200, Goodyear (GDYR) turun Rp 200 ke Rp 12.000, dan Harum Energy (HRUM) turun Rp 200 ke Rp 6.000.
(ang/dnl)











































