Hasil pertemuan The Fed pada 31 Juli-1 Agustus lalu sudah menyepakati adanya paket stimuus baru jika perkebambangan ekonomi AS tidak signifikan. Sekarang ini, pelaku pasar masih menanti apakah Gubernur The Fed Ben Bernanke akan mengambil langkah tersebut dengan data ekonomi yang ada.
"Pasar masih bertanya-tanay apakah perkembangan (ekonomi) selama ini sudah cukup untuk (meyakinkan) Bernanke. Ia ingin data ekonomi terakhir bisa diaplikasikan ke pertumbuhan tenaga kerja di sektor swasta," kata Quincy Krosby, analis strategi pasar dari Prudential Financial, di Newark, New Jersey, dikutip dair Reuters, Kamis (23/8/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sepanjang perdagangan, saham-saham terjebak di teritori negatif menyusul lemahnya data ekspor Jepang dan antisipasi pertemuan petinggi Uni Eropa soal Yunani pekan ini.
Selasa kemarin, S&P 500 menyentuh titik tertingginya dalam empat tahun terakhir namun gagal bertahan di titik tersebut saat penutupan.
Pada penutupan perdagangan Rabu waktu setempat, Indeks Dow Jones jatuh 30,82 poin (0,23%) ke level 13.172,76. Indeks Standard & Poor's 500 naik tipis 0,32 poin (0,02%) ke level 1.413,49. Indeks Komposit Nasdaq bertambah 6,41 poin (0,21%) ke level 3.073,67.
(ang/ang)











































