Saham emiten dengan kode MANU itu sudah turun 5% dari harga penawaran umum saham perdana alias initial public offering (IPO) di harga US$ 14 per lembar. Padahal, harga IPO itu sudah lebih murah US$ 2 dari rentang harga sebelumnya US$ 16-20 per lembar.
"Penurunan harga saham ini bukanlah pertanda yang baik," kata Analis dari Wyatt Investment Research, Chris Preston, dikutip dari Nasdaq.com, Sabtu (25/8/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, MU bukanlah klub olahraga pertama yang sahamnya terus turun. Dua klub olahraga lainnya yang sahamnya terpuruk di bursa saham AS adalah klub baseball Cleveland Indians dan klub American Football Florida Panthers.
Cleveland Indians listing di bursa pada Juni 1998 dengan harga US$ 15 per lembar. Hanya dalam hitungan bulan, sahamnya anjlok menjadi hanya satu digit saja.
Hingga pada November 1999 tim tersebut dijual ke pemilik lamanya Larry Dolan, sehingga mendorong sahamnya naik hingga lebih dari US$ 20 per lembar. Pada akhirnya Dolan mengeluarkan klub tersebut dari bursa saat sahamnya bernilai US$ 22,61 di tahun 2000.
"Ini menunjukkan, sahamnya malah tumbuh 50% ketika tidak lagi menjadi perusahaan publik," ujarnya.
Sementara Florida Panthers dijual ke publik pada 1996. Dalam dua bulan pertama, sahamnya naik tiga kali lipat. Sahanya masih terus naik dalam lima tahun berikutnya, namun kecepatannya jauh di bawah rata-rata pertumbuhan pasar.
"Ini hanya dua contoh klub olahraga yang go public di bursa AS. Tapi, Manchester United jauh lebih besar daripada keduanya jadi masih terlalu cepat untuk menghakimi sahamnya. Dengan banyaknya supporter di seluruh dunia mungkin kekuatan MU akan jauh lebih baik daripada dua contoh ini," ujarnya.
(ang/rrd)











































