Kalah dari Apple, Saham Samsung Anjlok 7,5%

Kalah dari Apple, Saham Samsung Anjlok 7,5%

Metta Pranata - detikFinance
Senin, 27 Agu 2012 16:21 WIB
Kalah dari Apple, Saham Samsung Anjlok 7,5%
Seoul - Pasca putusan denda US$ 1,05 miliar atas pelanggaran 6 paten Apple dari pengadilan California AS, harga saham Samsung terus anjlok di tengah ketakutan investor mengenai kejatuhan penjualan di pasar utama AS.

Saham Samsung anjlok 7,5% dan menjadi penurunan persentase terbesar dalam sehari yang pernah dialami raksasa elektronik Korea Selatan ini dalam kurun waktu hampir empat tahun. Saham produsen smartphone Asia lainnya yang juga menggunakan sistem operasi Google Android juga ikut anjlok.

Para analis mengatakan, denda tersebut bukan masalah besar bagi Samsung sebagai perusahaan teknologi terbesar di dunia. Tapi timbul kekuatiran bahwa akan ada larangan penjualan produk Samsung di AS saat putusan final juri 20 September nanti.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hari ini Samsung melalui pesan blog pada seluruh karyawannya mengatakan sangat kecewa dengan putusan tersebut yang menjadi bagian dari perang hukum di 9 negara antara dua titan teknologi tersebut.

Namun Samsung yang sudah mengumumkan akan mengajukan banding terhadap putusan itu mengatakan akan terus berusaha semaksimal mungkin hinga argumennya diterima.

Samsung mengatakan, pengadilan di Inggris, Belanda, Jerman dan Korea Selatan sudah memutuskan bahwa mereka tidak menjiplak desain Apple. Tanpa penyebut rival AS-nya tersebut, Samsung mengecam penyalahgunaan hukum paten.

“Kami percaya bahwa konsumen dan pasar akan berpihak pada mereka yang memprioritaskan inovasi dibanding perkara di pengadilan, dan tak perlu diragukan lagi kami akan membuktikannya,” bunyi pesan dalam blog terhadap karyawan Samsung, dikutip dari AFP (27/8/2012).

Para analis mengatakan hakim bisa saja melipatgandakan hukumannya karena juri menemukan Samsung bertindak dengan sengaja dan meminta pelarangan produk sebagian. Jika benar terjadi pelarangan penjualan produk Samsung di AS maka pemasukan perusahaan di triwulan keempat bisa mulai tergerus, kata analis Hi Investment dan Securities Song Myung-sup.

Beberapa analis mengatakan poin utamanya adalah ketika perang paten menyebar ke seri andalan Samsung, ponsel Galaxy SIII. Produk yang dinyatakan melanggar paten Apple adalah model-model lama. Juri tidak membuat rekomendasi apa pun tentang melarang penjualan di masa depan.

“Laba Samsung diperkirakan mencapai 7,5 triliun won sepanjang triwulan ketiga. Bagi Samsung, 1 triliun won (US$ 1 miliar) bukan masalah,” kata James Song dari Daewoo Securities.

Lebih lanjut Song mengatakan, saham Samsung anjlok sebagian mencerminkan ketakutan bahwa produk Galaxy yang populer itu akan dicekal di AS dan kekuatiran bahwa SIII serta model selanjutnya bisa jadi subyek tuntutan perkara.

Bagaimana pun juga, mempertimbangkan perubahan desain dan modifikasi lainnya, Song berpendapat sepertinya mulai sekarang tidak mungkin ada orang yang akan terkecoh lagi mengenali serial Galaxy dengan iPhone.

Meski ada reaksi keras dari investor pasar saham, Song mengatakan sebagian besar model yang terancam dicekal di AS memang tidak beredar lagi di pasaran. “Saya rasa sekitar 5% atau 2 juta gadget yang akan dicekal,” kata Song.

Analis Daishin Securities Jeff Kang mengatakan, putusan pengadilan AS tidak punya dampak langsung terhadap operasional Samsung di seluruh dunia yang diperkirakan memiliki simpanan tunai 20 trilyun won. Namun operasional AS akan terpengaruh.

Seiring perang hukum yang terus berlanjut, “Samsung juga bisa mempertimbangkan berbisnis setelah membayar royalti atau mengungkap model baru demi menghindari tuntutan hukum lebih jauh.”

(ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads