Ito menyampaikan janji ini setelah meminta maaf secara terbuka kepada seluruh pasar dan masyarakat Indonesia yang sudah merasa dirugikan.
"Dan semua ini tidak akan terulang lagi," kata Ito di kantornya, Sudirman Central Business District (SCBD), Jakarta, Selasa (28/8/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Setelah dibuka pukul 10.00 (kemarin) dengan DRC perdagangan berjalan normal, namun kemudian memang ada kendala di remote trading," tutur Adikin.
Masalah sistem distribusi data harga saham melalui data vendor, menjadikan AB tidak dapat memperoleh informasi harga saham untuk melakukan perdagangan secara efektif.
Salah satu investor Bayu Wicaksono mengaku geram dengan erornya perdagangan saham kemarin. Ia menuntut manajemen BEI meminta maaf.
"Manajemen BEI harus minta maaf ke publik. Itu bukan gangguan, tapi ketidaksiapan," paparnya.
Sebagai transparansi untuk langkah selanjutnya, Bayu telah menyiapkannya beberapa langkah, antara lain melayangkan pengaduan kepada Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) yang sesuai dengan UU konsumen, dan meneruskannya kepada BPSK (Badan Perselisihan Sengketa Konsumen).
Selain itu juga pengaduan kepada Komisi Informasi Pusat (KIP) untuk meminta BEI menjelaskan kejadian tanggal 27 Agustus 2012, yang disebut sebagai gangguan, karena penggunaan sistem dan peralatan baru.
(/)











































