"Nggak. Nggak ada itu (keterlibatan hacker dan bandar saham BUMI)," kata Direktur Teknologi dan Manajemen Risiko, Adikin Basirun di kantornya, Selasa (28/8/2012).
Bantahan ini didasarkan atas penelusuran yang telah dilakukan tim IT Bursa. Sistem perdagangan berjalan dengan skema close network hingga kecil kemungkinan masukan hacker.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bandar kabarnya ingin melepas saham BUMI akibat buruknya kinerja perseroan karena merugi US$ 334,111 juta atau setara Rp 3,14 triliun pada semester I-2012.
(wep/ang)











































