Hery Yusup, Corporate Secretary PGAS dalam keterangan tertulisnya, Rabu (29/8/2012) menjelaskan, pendapatan hasil penjualan gas perseroan mencapai US$ 1,18 miliar. Pendapatan meningkat dari periode yang sama 2011 US$ 1,079 juta.
Peningkatan laba operasi berhasil dicatatkan PGAS hingga Juni 2012, menjadi US$ 518,56 juta, dari posisi sebelumnya US$ 491,21 juta. Hasil ini terutama sebagai hasil peningkatan volume penjualan gas distribusi dan transmisi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dalam periode yang sama, volume penjualan gas bumi mencapai 800 MMSCF per hari dan volume transmisi sebesar 885 MMSCF per hari yang sebagian besar pengelolaannya dilakukan oleh PT Transportasi Gas Indonesia, anak perusahaan PGN hasil joint venture dengan TransAsia," kata Hery.
Ia menerangkan, pasokan gas yang disalurkan pada Januari hingga Juni naik karena mulai mengalirnya pasokan dari lapangan Terang Sirasun Batur. Lapangan ini dioperasikan oleh Kangean Energi Indonesia, Ltd sejak akhir Mei.
"Selain itu perseroan juga sepakat dengan pemasok gas dalam usaha meningkatkan produktifitas lapangan sehingga dapat mengalirkan volume yang optimal bagi PGN," tambahnya. Usaha distribusi PGN menyalurkan gas pada semester I ini naik sebesar 800 MMSCF per hari, meningkat dari sebelumnya 782 MMSCF per hari.
Sementara volume penyaluran gas mePGAS Kinerjalalui pipa transmisi mengalami peningkatan sebesar 5% menjadi 885 MMSCF per hari sejak disalurkannya gas hasil pertukaran (swap) pasokan gas antara Pertamina dan ConocoPhillips untuk PLN.
"Gas dari lapangan Grissik milik ConocoPhillips menggantikan gas dari lapangan Jambi Merang milik Pertamina telah dialirkan ke pembangkit listrik PLN Muara Tawar sejak akhir tahun 2011 melalui pipa transmisi SSWJ milik PGN," tegasnya.
(wep/ang)











































