Ito menjelaskan, menurunnya saham BUMI sebabkan oleh koreksi harga batubara tingkat dunia. Di saat bersamaan tren pergerakan saham di Bursa regional dan global menunjukkan pelemahan.
Namun faktor kinerja keuangan BUMI yang memerah juga turut menjantuhkan harga saham perseroan hingga penutupan, Kamis (30/8/2012) ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Harga sahamnya (BUMI) turun drastis akibat akumulasi sentimen negatif," tegas Ito.
Meski saham BUMI telah turun tajam, Ito mengaku, tren pemelahan ini masih tergolong normal. "Harga saham BUMI turun normal saja. Kita memiliki mekanisme autoreject, kalau ada penurunan drastis, kalau berlangsung dalam reguler," paparnya.
Saham BUMI pada penutupan sesi II hari ini bertengger pada level Rp 630 turun 40 poin (5,97%) dari periode sebelumnya. Saham perseroan sempat bertenggar pada level tertinggi Rp 720 dan terendah Rp 610.
(wep/ang)










































