Membuka perdagangan akhir pekan, IHSG berkurang 21,202 poin (0,53%) ke level 4.004,301 akibat tingginya tekanan jual di awal perdagangan. Indeks hampir saja turun meninggalkan level 4.000.
Tekanan jual sudah mulai marak sejak dibukanya perdagangan, terutama oleh investor asing yang kemarin sudah melakukan penjualan bersih. Koreksi indeks pun tak terbendung lagi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada penutupan perdagangan sesi I, Jumat (31/8/2012), IHSG turun 20,057 poin (0,50%) ke level 4.005,526. Sementara Indeks LQ45 melemah 4,084 poin (0,59%) ke level 684,665.
Saham-saham tambang jadi penopang jatuhnya bursa, dipimpin oleh saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) yang akhirnya bisa naik setelah turun terus-terusan akibat rumor kebangkrutan beberapa hari lalu.
Sedangkan saham-saham di sektor lainnya masih terkena tekanan jual. Aksi jual paling marak melanda saham-saham berbasis perdagangan dan aneka industri.
Penawaran umum saham perdana alias initial public offering (IPO) Inti Bangun Sejahtera (IBST) juga tidak mampu menahan koreksi indeks. Padahal saham IBST sudah naik cukup tinggi.
Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 54.637 kali pada volume 1,528 miliar lembar saham senilai Rp 2,03 triliun. Sebanyak 78 saham naik, sisanya 114 saham turun, dan 90 saham stagnan.
Hanya satu pasar saham yang menguat di Asia, yaitu bursa Singapura. Sedangkan saham-saham bursa regional lainnya terjebak di zona merah akibat tekanan jual.
Berikut situasi di bursa-bursa Asia hingga siang hari ini:
- Indeks Komposit Shanghai menipis 1,51 poin (0,07%) ke level 2.051,08. Â
- Indeks Hang Seng melemah 60,70 poin (0,31%) ke level 19.492,21. Â
- Indeks Nikkei 225 turun 87,24 poin (0,97%) ke level 8.896,54. Â
- Indeks Straits Times menguat 4,77 poin (0,16%) ke level 3.016,59. Â
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 1.300 ke Rp 48.150, United Tractor (UNTR) turun Rp 1.000 ke Rp 20.150, Bukit Asam (PTBA) turun Rp 400 ke Rp 13.600, dan Unilever (UNVR) turun Rp 300 ke Rp 26.550.
(ang/dnl)











































