Ubah Kode Akses SLJJ, Telkom Tunggu Keputusan BRTI

Ubah Kode Akses SLJJ, Telkom Tunggu Keputusan BRTI

- detikFinance
Selasa, 31 Agu 2004 14:43 WIB
Jakarta - Hingga kini, PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) masih menunggu kajian Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) untuk menentukan perubahan kode akses Sambungan Langsung Jarak Jauh (SLJJ).Pemerintah menetapkan Telkom harus sudah mulai menerapkan perubahan kode akses SLJJ menjadi 3 digit terhitung 1 April 2005. Namun Telkom menginginkan pelaksanaan perubahan kode akses tersebut dilakukan secara bertahap dengan jangka waktu lebih panjang."Masalah perubahan kode akses SLJJ yang semula dari nol menjadi tiga digit, itu tentu akan membutuhkan biaya yang banyak. Sementara kita menginginkan perubahan itu dilakukan secara bertahap dimana harus dilakukan sosialisasi dulu, sehingga waktunya diperpanjang dan lebih memudahkan pembiayaan," kata Direktur Bisnis Jasa Telkom, Suryatin Setiawan, di sela-sela penandatangan kerjasama dengan Bank Danamon, Selasa (31/8/2004).Menurut Suryatin, Telkom sudah mengajukan klaim kepada BRTI untuk perubahan kode akses SLJJ tersebut. Namun ia menolak menyebut angka untuk investasi perubahan kode akses, meskipun sebelumnya Dirut Telkom Kristiono pernah mengatakan sebesar Rp 1 triliun, sedangkan BRTI menyebut Rp 3 triliun. "Kalau soal angka, saya tidak mau ngomong, bisa jadi memang kisarannya Rp 1-3 triliun," elaknya.Suryatin juga mengaku belum bisa memastikan apakah pembiayaan perubahan kode akses SLJJ tersebut akan dimasukkan dalam belanja investasi (capital expenditure/capex) tahun 2005. Pasalnya, untuk tahun 2004 memang tidak ada pembiayaan untuk itu. "Makanya kita lihat dulu keputusan BRTI seperti apa?" imbuh dia.Flexi HomePada kesempatan tersebut, Suryatin mengungkapkan, untuk penyelenggaraan Flexi Home bagi perumahan, kantor maupun ruko, setiap tahunnya ditargetkan bisa mencapai 700.000 satuan sambungan telepon (SST) hingga tahun 2006.Sementara, total pelanggan Flexi saat ini mencapai 1,2 juta, dimana sebesar 10.000 pelanggan di antaranya merupakan konsumen Flexi Home. Ia optimis target tambahan Flexi Home sebesar 500.000 unit untuk tahun 2004 akan tercapai, meskipun target keseluruhan Flexi hanya 1,5 juta pelanggan.Dijelaskan, saat ini sudah ada 270 base transceiver station (BTS) yang menjangkau para pengguna Flexi, dimana hingga akhir tahun ini Telkom menargetkan bisa membangun 400 BTS, terutama untuk daerah blank spot seperti Bekasi.Menurut Suryatin, pengembangan teknologi wireless nantinya juga akan mengiringi teknologi wireline, dimana untuk wireline Telkom hanya menargetkan sebesar 200-300 ribu pelanggan per tahn. Ia menyebut, teknologi wireless lebih murah hanya sebesar US$ 150 per pelanggan, dibandingkan wireline yang mencapai US$ 600 per pelanggan.Mengenai kerjasama dengan Bank Danamon, Suryatin optimis fasilitas tersebut bisa menambah pelanggan Flexi, dimana konsumen bisa melakuan kredit di Bank Danamon untuk pembayaran 6-8 kali cicilan untuk pembelian telepon Flexi Home tipe 7601 dan 7602. Selain dengan Bank Danamon, Telkom juga berencana menjajaki kerjasama dengan BCA dan Bank Mandiri untuk memperbesar basis konsumen. (ani/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads