Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup menguat di posisi Rp 9.570 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan kemarin Rp 9.580 per dolar AS.
Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG berkurang 21,202 poin (0,53%) ke level 4.004,301 akibat tingginya tekanan jual di awal perdagangan. Indeks hampir saja turun meninggalkan level 4.000.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Indeks sempat melorot hingga posisi terendahnya hari ini di 3.978,078 akibat aksi jual di saham-saham unggulan. Indeks saham sekali tidak menyentuh zona hijau pada perdagangan hari ini.
Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG turun 20,057 poin (0,50%) ke level 4.005,526 terkena aksi jual yang cukup marak dilakukan di saham-saham unggulan. Investor asing paling banyak lepas saham.
Memasuki perdagangan sesi II, investor mulai memanfaatkan posisi IHSG yang sudah jatuh cukup dalam untuk mengakumulasi saham. Saham-saham tambang menjadi yang paling banyak diincar.
Menutup perdagangan akhir pekan, Jumat (31/8/2012), IHSG menanjak 34,748 poin (0,86%) ke level 4.060,331. Sementara Indeks LQ45 menguat 6,783 poin (0,98%) ke level 695,532.
Indeks berfluktuasi dalam rentang yang lebar, pagi tadi sempat jatuh sangat dalam kini menanjak cukup tinggi. Aksi beli baru terjadi sore hari ketika saham-saham sudah murah akibat koreksi pagi hari.
Meski menguat, investor asing melarikan dananya dari pasar modal cukup banyak. Transaksi investor asing tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 895,152 miliar di seluruh pasar.
Perdagangan hari ini berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 126.055 kali pada volume 3,703 miliar lembar saham senilai Rp 5,059 triliun. Sebanyak 162 saham naik, sisanya 66 saham turun, dan 95 saham stagnan.
Bursa-bursa di regional rata-rata masih terjebak di zona merah akibat kekhawatiran melambatnya ekonomi global. Bursa Singapura berhasil keluar dari jeratan jaring negatif.
Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa di regional hingga sore hari ini:
- Indeks Komposit Shanghai melemah 5,06 poin (0,25%) ke level 2.047,52. Â
- Indeks Hang Seng turun 70,34 poin (0,36%) ke level 19.482,57. Â
- Indeks Nikkei 225 anjlok 143,87 poin (1,60%) ke level 8.839,91. Â
- Indeks Straits Times naik 4,89 poin (0,16%) ke level 3.016,71. Â
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Delta Jakarta (DLTA) naik Rp 3.000 ke Rp 243.000, Indocement (INTP) naik Rp 900 ke Rp 20.250, Astra Agro (AALI) naik Rp 800 ke Rp 22.300, dan Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 750 ke Rp 38.200.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain United Tractor (UNTR) turun Rp 1.100 ke Rp 20.050, Mandom (TCID) turun Rp 200 ke Rp 8.300, Nipress (NIPS) turun Rp 200 ke Rp 3.700, dan London Sumatera (LSIP) turun Rp 175 ke Rp 2.400.
(ang/dru)











































