Khawatir Ekonomi Asia Melambat, IHSG Menipis 7 Poin

Khawatir Ekonomi Asia Melambat, IHSG Menipis 7 Poin

Angga Aliya ZRF - detikFinance
Senin, 03 Sep 2012 09:36 WIB
Khawatir Ekonomi Asia Melambat, IHSG Menipis 7 Poin
Ilustrasi foto: Angga/detikFinance
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menipis 7 poin mengikuti koreksi di pasar saham regional. Meski bursa utama dunia menguat, indeks terbebani oleh melambatnya pertumbuhan ekonomi Asia.

Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka melemah di posisi Rp 9.585 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan akhir pekan lalu Rp 9.575 per dolar AS.

Pada perdagangan preopening, IHSG turun tipis 7,445 poin (0,18%) ke level 4.052,886. Sedangkan Indeks LQ45 menipis 1,895 poin (0,27%) ke level 693,637.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mengawali perdagangan awal pekan, Senin (3/9/2012), IHSG dibuka berkurang 3,914 poin (0,10%) ke level 4.056,417. Indeks LQ45 dibuka melemah tipis 1,578 poin (0,23%) ke level 693,954.

Posisi indeks sudah jenuh jual, akan tetapi investor masih ragu-ragu untuk akumulasi saham setelah ada kekhawatiran melambatnya pertumbuhan ekonomi Asia. Investor juga masih menunggu pengumuman tingkat suku bunga oleh Bank Indonesia (BI).

Hingga pukul 9.35 waktu JATS, IHSG menipis 6,016 poin (0,15%) ke level 4.054,424. Sementara Indeks LQ45 turun tipis 2,154 poin (0,31%) ke level 693,819.

Akhir pekan lalu, IHSG menguat 34 poin setelah investor mengakumulasi saham yang sudah murah akibat koreksi pagi tadi. Indeks masih bisa positif meski asing melakukan jual bersih Rp 895 miliar.

Pidato Gubernur The Federal Reserve Ben Bernanke berhasil mendorong pasar saham Wall Street naik cukup tinggi menutup akhir pekan. Pasalnya, ia menyinggung soal pemberian stimulus untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi.

Namun, penguatan ini sedikit tertahan akibat penilaian Bernanke atas ekonomi yang saat ini masih lemah dan rapuh. Dalam pidatonya di pertemuan bankir di Jackson Hole, Wyoming, Bernanke mempringatkan bahwa stagnannya penambahan jumlah tenaga kerja baru sangat mengkhawatirkan.

Meski bursa dunia menguat, kebanyakan bursa-bursa di Asia malah masuk zona merah. Melambatnya pendapatan industri China dan dipangkasnya proyeksi ekonomi Jepang cukup memberi sentimen negatif.

Berikut situasi di bursa-bursa di regional pagi hari ini:

  • Indeks Komposit Shanghai naik 6,98 poin (0,34%) ke level 2.054,50.  
  • Indeks Hang Seng menipis 7,65 poin (0,04%) ke level 19.474,92.  
  • Indeks Nikkei 225 turun 38,46 poin (0,44%) ke level 8.801,45.  
  • Indeks Straits Times melemah 5,68 poin (0,19%) ke level 3.019,78.  

Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dibuka melemah di posisi Rp 9.585 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan akhir pekan lalu Rp 9.575 per dolar AS.

(ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads