Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup di posisi Rp 9.585 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan akhir pekan lalu Rp 9.575 per dolar AS.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melaju 24 poin setelah BPS mengumumkan tingkat inflasi Agustus di bawah ekspektasi pasar. Aksi beli langsung marak terjadi di saham-saham yang sudah murah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Posisi indeks sudah jenuh jual, akan tetapi investor masih ragu-ragu untuk akumulasi saham setelah ada kekhawatiran melambatnya pertumbuhan ekonomi Asia.
Aksi beli mulai dilakukan investor setelah Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan tingkat inflasi Agustus 2012 mencapai 0,95%, angka ini lebih tinggi dari inflasi Juli lalu sebesar 0,7%. Meski naik, tapi tingkat inflasi ini masih di bawah perkiraan yang sebesar 1%.
Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG menguat 24,827 poin (0,61%) ke level 4.085,158 setelah BPS mengumumkan tingkat inflasi Agustus di bawah ekspektasi pasar. Aksi beli langsung marak terjadi di saham-saham yang sudah murah.
Setelah sempat jatuh ke posisi terendahnya hari ini di 4.047,280, indeks pun secara perlahan menanjak. Menguatnya bursa-bursa di Asia juga memberikan dukungan.
Mengakhiri perdagangan awal pekan, Senin (3/9/2012), IHSG ditutup menanjak 57,617 poin (1,42%) ke level 4.117,948. Sementara Indeks LQ45 melonjak 11,201 poin (1,61%) ke level 706,733.
Investor asing yang kemarin sudah menarik dana cukup banyak hari ini mulai mengakumulasi saham. Investor lokal juga tidak mau ketinggalan memburu saham-saham yang sudah murah.
Sembilan sektor berhasil menguat didorong aksi beli tersebut, hanya satu sektor yang masih terkena tekanan jual yaitu agrikultur. Sektor konsumer memimpin penguatan kali ini.
Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 122.707 kali pada volume 3,161 miliar lembar saham senilai Rp 3,587 triliun. Sebanyak 166 saham naik, sisanya 76 saham turun, dan 79 saham stagnan.
Bursa-bursa di Asia tidak mampu bertahan lama mempertahankan diri si zona hijau. Pada awal pekan ini ditutup mixed, padahal tadi siang masih bisa kompak menguat.
Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa di Asia sore hari ini:
- Indeks Komposit Shanghai menguat 11,63 poin (0,57%) ke level 2.059,15. Â
- Indeks Hang Seng naik 76,64 poin (0,39%) ke level 19.559,21. Â
- Indeks Nikkei 225 melemah 56,02 poin (0,63%) ke level 8.783,89. Â
- Indeks Straits Times naik ke 3,60 poin (0,12%) level 3.021,86. Â
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Sarana Menara (TOWR) naik Rp 2.000 ke Rp 24.000, Unilever (UNVR) naik Rp 1.000 ke Rp 28.100, Mayora (MYOR) naik Rp 750 ke Rp 21.350, dan HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 650 ke Rp 52.650.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Astra Agro (AALI) turun Rp 700 ke Rp 21.600, Duta Pertiwi (DUTI) turun Rp 275 ke Rp 3.025, Indocement (INTP) turun Rp 150 ke Rp 20.100, dan XL Axiata (EXCL) turun Rp 150 ke Rp 7.050.
(ang/dru)











































