Pendapatan perseroan meningkat 69% dari Rp 1,23 triliun menjadi Rp 2,09 triliun. Ini didukung oleh kenaikan produksi 67% dari 1,8 juta ton menjadi 3 juta ton di paruh pertama 2012.
"Perusahaan telah berhasil mencapai peningkatan produksi sesuai dengan yang direncanakan selama periode tersebut. Namun, penurunan tajam pada harga batu bara dan peningkatan biaya produksi berpengaruh dalam profitabilitas usaha ini," kata Presiden Direktur GEMS Fuganto Widjaja dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Senin (3/9/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Langkah rasionalisasi atas biaya sedang dimulai di berbagai unit untuk mengatasi skenario pasar yang penuh tantangan," tambahnya.
GEMS merupakan perusahaan pertambangan batubara bernilai kalori 5.200 kkal-6.100 kkal/KG (adb). Lokasi tambang perseroan tersebar mulai dari Jambi, Kalimantan Selatan serta dan Kalimantan Tengah.
Tahun lalu perseroan memperoleh laba bersih Rp 301,65 miliar di 2011, naik 788% atau lebih dari tujuh kali lipat dari periode sebelumnya Rp 33,96 miliar.
Pemilik saham mayoritas GEMS adalah PT Dian Swastatika Santosa Tbk (DSSA), dengan memiliki 3,941 miliar lembar atau 66,99% dari total saham ditempatkan. Sementara GMR Coal Resources Pte. Ltd memiliki 1,76 miliar lembar atau 30% dari modal disetor dan ditempatkan penuh. Sisanya dimiliki publik hanya 3% atau 176,47 juta lembar.
(wep/ang)











































