Bakrie Telecom Mengaku Siap Bayar Utang Sore Ini

Bakrie Telecom Mengaku Siap Bayar Utang Sore Ini

- detikFinance
Selasa, 04 Sep 2012 15:45 WIB
Bakrie Telecom Mengaku Siap Bayar Utang Sore Ini
Jakarta - PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) mengaku baru bisa membayar obligasi sore ini, sebab kemarin pasar saham Wall Street tutup karena Amerika Serikat (AS) memperingati hari buruh.

Direktur Keuangan BTEL Jastiro Abi menyatakan, pihaknya memahami sepenuhnya langkah yang diambil oleh PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) dan Bursa Efek Indonesia (BEI).

"Kami bisa mengerti kenapa regulator mensuspen perdagangan saham BTEL untuk mencegah spekulasi sambil menunggu sisa pembayaran hutang obligasi yang total nilainya Rp 650 miliar. Nilai sebesar Rp 250 miliar sudah dibayarkan hari Jumat lalu, dan sisanya ditransfer oleh kreditur langsung ke rekening KSEI sore ini. Dari KSEI baru didistribusikan ke rekening bondholders (pemilik obligasi)," ujarnya dalam keterangan tertulis.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Emiten berkode BTEL sudah akan menyelesaikan sisa pembayaran Rp 400 miliar pada Senin sore, 3 September 2012, atau sehari sebelum jatuh tempo. Namun, pada saat bersamaan bursa saham New York tutup hari Senin kemarin dikarenakan libur hari besar nasional, sehingga kreditur tidak bisa melakukan transaksi.

Akibatnya, pembayaran baru bisa dilakukan pada Selasa, 4 September 2012, bersamaan dengan jatuh tempo. Akan tetapi, Kepala Divisi Penilaian Perusahaan Surat Utang BEI Saptono Adi Junarso telah menghentikan sementara (suspensi) perdagangan saham BTEL.

"Kami menyayangkan pihak-pihak yang berspekulasi dan tidak didukung data. Oleh karena itulah langkah BEI mensuspensi saham untuk menghindari spekulasi sangat tepat. Manajemen BTEL tetap berkomitmen terhadap semua kewajiban sesuai jadwal," kata Direktur Utama BTEL Anindya Bakrie.

Salah satu perusahaan Grup Bakrie itu sebelumnya menyatakan sudah membayar pokok beserta bunga sebesar Rp 269,3 miliar. Nilai pokok obligasi yang harus dilunasi sebanyak Rp 650 miliar.

Dari nilai yang sudah dibayarkan tersebut, sebesar 250 miliar merupakan pokok obligasi sementara Rp 19,3 miliar adalah bunganya. Semua dibayarkan melalui rekening KSEI.

Anak usaha Grup Bakrie itu dapat dana dari transaksi non preemptive rights (NPR) senilai Rp 557 miliar. Bakrie Global Ventura menjadi pembeli utama dalam aksi jual saham itu, sehingga kepemilikan sahamnya di BTEL menjadi 6,8%.

Emiten berkode BTEL itu juga memperoleh pinjaman konsorsium senilai US$ 50 juta dengan bunga 11,5% dan tenor 18 bulan yang difasilitasi Credit Suisse pada akhir bulan lalu.


(ang/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads