"Pembukaan perdagangan efek BTEL di seluruh pasar terhitung sejak Sesi I Perdagangan Efek hari Rabu, tanggal 5 September 2012," kata Kepala Divisi Penilaian Perusahaan Surat Utang Saptono Adi Junarso, dalam situs resmi BEI, Rabu (5/9/2012).
Ia meminta pihak-pihak yang berkepentingan terhadap efek perseroan, diharapkan selalu memperhatikan setiap keterbukaan informasi terkait dengan BTEL.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akan tetapi, BTEL mengaku sudah membayar pokok beserta bunga sebesar Rp 269,3 miliar. Nilai pokok obligasi yang harus dilunasi sebanyak Rp 650 miliar.
Dari nilai yang sudah dibayarkan tersebut, sebesar 250 miliar merupakan pokok obligasi sementara Rp 19,3 miliar adalah bunganya. Semua dibayarkan melalui rekening KSEI.
Anak usaha Grup Bakrie itu dapat dana dari transaksi non preemptive rights (NPR) senilai Rp 557 miliar. Bakrie Global Ventura menjadi pembeli utama dalam aksi jual saham itu, sehingga kepemilikan sahamnya di BTEL menjadi 6,8%.
Emiten berkode BTEL itu juga memperoleh pinjaman konsorsium senilai US$ 50 juta dengan bunga 11,5% dan tenor 18 bulan yang difasilitasi Credit Suisse pada akhir bulan lalu.
Emiten berkode BTEL akan menyelesaikan sisa pembayaran Rp 400 miliar pada Senin sore, 3 September 2012, atau sehari sebelum jatuh tempo. Namun, pada saat bersamaan bursa saham New York tutup hari Senin kemarin dikarenakan libur hari besar nasional, sehingga kreditur tidak bisa melakukan transaksi.
(ang/dnl)











































