Mengawali perdagangan, IHSG dibuka terkoreksi 20,032 poin (0,49%) ke level 4.085,221 terbawa koreksi yang terjadi di pasar saham regional. Investor masih lakukan aksi tunggu sampai bank sentral Eropa mengeluarkan kebijakan untuk menganggulangi krisis utang.
Investor melakukan aksi tunggu terkait langkah European Central Bank (ECB) alias bank sentral Eropa menyelamatkan negara-negaranya yang terlilit utang. Sehingga perdagangan berjalan tidak terlalu ramai.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada penutupan perdagangan sesi I, Rabu (5/9/2012), IHSG terpangkas 13,438 poin (0,33%) ke level 4.091,815. Sementara Indeks LQ45 terkoreksi 1,024 poin (0,15%) ke level 703,341.
Aksi jual menyasar saham-saham unggulan, terutama berbasis agrikultur, tambang dan konstruksi. Aksi beli masih terjadi di saham-saham lapis dua tapi tidak signifikan.
Perdagangan hari ini berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi mencapai 56.969 kali pada volume 1,893 miliar lembar saham senilai Rp 1,399 triliun. Sebanyak 52 saham naik, sisanya 159 saham turun, dan 77 saham stagnan.
Berikut kondisi di bursa-bursa Asia hingga siang hari ini:
- Indeks Komposit Shanghai menipis 2,42 poin (0,12%) ke level 2.041,23. Â
- Indeks Hang Seng melonjak 218,66 poin (1,13%) ke level 19.211,25. Â
- Indeks Nikkei 225 menguat 63,12 poin (0,72%) ke level 8.712,39. Â
- Indeks Straits Times naik 12,57 poin (0,42%) ke level 2.998,98. Â
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Inti Bangun (IBST) naik Rp 575 ke Rp 2.900, Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 550 ke Rp 38.450, Indosat (ISAT) naik Rp 300 ke Rp 5.450, dan Surya Citra (SCMA) naik Rp 250 ke Rp 10.350.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Astra Agro (AALI) turun Rp 650 ke Rp 20.850, Sarana Menara (TOWR) turun Rp 500 ke Rp 23.500, Mayora (MYOR) turun Rp 450 ke Rp 22.050, dan Unilever (UNVR) turun Rp 400 ke Rp 27.600.
(ang/dru)











































