Bank Mandiri Pertanyakan Kegagalan Beli Bank Permata
Rabu, 01 Sep 2004 10:57 WIB
Jakarta - Direktur Utama Bank Mandiri ECW Neloe mengungkapkan gugurnya konsorsium Bank Mandiri-Bank Buana dalam divestasi 51 persen saham Bank Permata terutama terkait 3 hal yakni masalah harga, permodalan dan rencana bisnis (business plan). Padahal, menurut dia, dari ketiga permasalahan tersebut, semuanya sudah bisa dipenuhi oleh konsorsium."Kalau masalah harga, memang kita dalam preliminary bid ini lebih rendah dari yang lain. Tapi kan masalah harga dalam preliminary bid itu seperti memilih kucing dalam karung. Semestinya itu tidak boleh berperan. Kita harus melihat barangnya dulu, baru kita tentukan," tegas Neloe di sela-sela seminar tentang Arsitektur Perbankan Indonesia (API) di Hotel Mulia, Jl. Asia Afrika, Senayan, Jakarta, Rabu (1/9/2004).Neloe mengungkapkan, harga yang ditawarkan Bank Mandiri dalam divestasi tersebut antara 1,6-2 kali harga buku. Selain itu, dalam dokumen dinyatakan bahwa masalah harga nilainya hanya 10 persen. "Dan kita memang punya strategi, nanti saat final bid baru kita tentukan harganya," tuturnya.Terkait business plan, Neloe juga mengaku heran kenapa konsorsium Bank Mandiri bisa kalah oleh konsorsium lain. "Kita kan punya pengalaman merger, distribution network-nya paling lengkap, pengembangan UKM fifty-fifty. Jadi saya heran sekali kenapa kok dalam business plan, tapi ini kan penilaian yang sangat kualitatif," tambah dia.Mengenai permodalan, ia menegaskan, konsorsiumnya masih lebih unggul dibanding beberapa konsorsium lain. Tercatat, konsorsium Bank Mandiri memiliki modal US$ 2,4 miliar, lebih tinggi dibanding konsorsium Panin yang bermodalkan US$ 0,4 miliar dan konsorsium Commerce US$ 1,2 miliar.Sedangkan konsorsium Maybank memiliki modal lebih tinggi yakni mencapai US$ 3,6 miliar dan konsorsium United Overseas Bank (UOB) mempunyai cadangan dana US$ 7,9 miliar. "Jadi sebenarnya dari sisi modal kita sudah tidak ada masalah," imbuh Neloe.Sementara, terkait kepemilikan UOB di Bank Buana yang menjadi anggota konsorsium Bank Mandiri, Neloe mengaku, sebenarnya hal itu sudah dijelaskan kepada PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA). "Sudah ada pernyataan dari UOB bahwa mereka tidak akan campur tangan dengan Bank Buana yang ikut konsorsium ini," demikian ECW Neloe.
(ani/)











































