Gandeng China, Bakrie Bangun Pabrik Pipa U$ 25 juta

Gandeng China, Bakrie Bangun Pabrik Pipa U$ 25 juta

- detikFinance
Kamis, 06 Sep 2012 12:41 WIB
Gandeng China, Bakrie Bangun Pabrik Pipa U$ 25 juta
Jakarta - Anak usaha PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR), PT Bakrie Pipe Industries (BPI) menjalin kerja sama dengan China Petroleum Pipeline Coating Engineering Co. Ltd (CPPCE) dalam rencana pembangunan pabrik pelapisan pipa (Coated Pipes) di Lampung. Adapun nilai investasinya sekitar US$ 15-25 juta.

Chief Executive Operation BPI, Mas Wigrantoro mengatakan rencana pembangunan pabrik baru ini seiring dengan tingginya permintaan coated pipes oleh sektor migas di Indonesia, bahkan kawasan Asia Pasifik.

Bagi CPPCE, kerja sama dengan grup Bakrie ini menjadi langkah nyata perusahaan dalam rangka penetrasi ke pasar ASEAN, Timor Timur, Papua New Guinea dan Australia. Penandatanganan kerja sama investasi coating plant juga terselenggaran hari ini, Kamis (6/9/2012) antara BPI dengan CPPCE.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Setelah Letter of Intent ini, keduanya siap membentuk tim dalam tugasnya melakukan kajian lebih rinci baik secara teknologi, legal keuangan, organisasi, dan operasional.

"Dalam waktu enam bulan sejak ditandatanganinya kerja sama ini, perusahaan patungan sudah dapat didirikan," katanya di Bakrie Tower, Jakarta, Kamis (6/9/2012).

Lampung menjadi pilihan dari alternatif lain yang diajukan BPI di Bekasi. Selatan Sumatera ini merupakan lokasi yang paling ideal dalam rangka pembangunan coating plant.

"Lokasi ini strategis karena langsung persis laut dan ada di kawasan industri pipa lainnya, hingga memudahkan dalam perdagangan," tambah CEO BNBR Bobby Gafur Umar.

Dengan hadirnya pabrik hasil patungan ini diyakini akan direspon positif oleh pelaku industri migas. Permintaan coated pipes diperkirakan tumbuh lebih 12%.

"Pertumbuhan ini diharapakan akan terus terkadi hingga tiga sampai lima tahun ke depan, seiring meningkatnya kegiatan eksplorasi dan eksploitasi sumur-sumur minyak dan gas baru, maupun rencana pembangunan jasa distribusi minyak bumi dan gas nasional," tutur Mas Wigrantoro.

Pabrik diperkirakan selesai dibangun dan siap beroperasi pada tahun 2013.

(wep/dru)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads