Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup stagnan di posisi Rp 9.590 per dolar AS sama seperti posisi pada penutupan perdagangan kemarin.
Membuka perdagangan, IHSG bertambah 11,484 poin (0,28%) ke level 4.084,836 disemangati pasar saham Asia. Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG menguat 14,770 poin (0,36%) ke level 4.090,122. Sementara Indeks LQ45 menanjak 3,393 poin (0,49%) ke level 701,174.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Indeks LQ45 sendiri tercatat naik 5,75 poin ke level 703,53.
Aksi jual tercatat paling ramai di sektor perdagangan dan sektor pertanian. Sedangkan aksi beli paling banyak tercatat di sektor finansial dan pertambangan.
Perdagangan hari ini berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi mencapai 104.399 kali pada volume 3,8 miliar lembar saham senilai Rp 3,51 triliun. Sebanyak 150 saham naik, 79 saham turun, dan sisanya 84 saham stagnan.
Pergerakan bursa-bursa di Asia tidak banyak berubah sejak pagi tadi, masih berada di zona hijau hingga penutupan perdagangan sore ini. Hanya pasar saham Singapura yang terlihat memerah.
Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa di regional hingga sore hari ini:
- Indeks Komposit Shanghai naik 14,24 poin (0,70%) ke level 2.051,92.Â
- Indeks Hang Seng naik 64,23 poin (0,34%) ke level 19.209,30.Â
- Indeks Nikkei 225 naik 0,75 poin (0,01%) ke level 8.680,57.Â
- Indeks Straits Times berkurang 5,17 poin (0,17%) ke level 2.990,55.Â
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya PT Merck (MERK) naik Rp 5250 ke Rp 152.000, Inti Bangun (IBST) naik Rp 725 ke Rp 3.625, Univeler (UNVR) naik Rp 600 ke Rp 27.100, dan Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 350 ke Rp 38.500
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain United Tracktors (UNTR) turun Rp 650 ke Rp 19.250, Astra Agro (AALI) turun Rp 600 ke Rp 19.650, Mayora (MYOR) turun Rp 450 ke Rp 21.800, dan Citra Tubindo (CTBN) turun Rp 450 ke Rp 4.500.
(dru/ang)











































