“Standard & Poor’s menaikkan peringkat utang jangka panjang Bakrie Telecom dari CCC+ menjadi B- dengan Outlook Stable,” ujar Analis Standard & Poor’s, Paul Draffin dalam siaran persnya, Rabu (5/9/2012).
Paul juga mengatakan, keputusan lembaga pemeringkat itu dalam menaikkan peringkat utang BTEL juga dikarenakan keberhasilan perseroan melunasi utang obligasinya senilai Rp 650 miliar tepat waktu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya sempat beredar rumor tak sedap yang mengatakan BTEL gagal bayar utang obligasinya yang jatuh tempo tersebut. Kabar ini pun sempat membuat Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan penghentian sementara perdagangan (suspensi) saham BTEL untuk mencegah terjadinya spekulasi.
“Kami minta maaf karena target pembayaran sehari lebih cepat tidak bisa terealisir karena kendala teknis yaitu terpotong Hari Buruh di AS dan proses konversi dollar yang membutuhkan waktu sehingga pembayaran diterima pemegang obligasi pada pagi ini, tanggal 5 September,” kata Wakil Direktur Utama dan Direktur Keuangan BTEL Jastiro Abi.
(wep/ang)











































