Divestasi Aset Non Inti, Matahari Bayar Utang Rp 2,4 Triliun

Divestasi Aset Non Inti, Matahari Bayar Utang Rp 2,4 Triliun

- detikFinance
Kamis, 06 Sep 2012 18:35 WIB
Divestasi Aset Non Inti, Matahari Bayar Utang Rp 2,4 Triliun
Jakarta - Rencana divestasi aset non inti PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) masih terus berjalan. Manajemen bahkan berencana mengurangi sebagian utangnya atau sekitar Rp 2,4 triliun dari hasil pelepasan aset toko buku, pusat permainan anak dan restoran ini.

Corporate Secretary MPPA, Lina Latif dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (6/9/2012) menjelaskan, proses divestasi menjadi langkah strategis perseroan. Karena di masa mendatang MPPA bisa fokus pada bisnis ritelnya, sebagai inti usahanya.

Setelah penjualan aset non inti rampung, perseroan berpotensi mendapatkan kelebihan dana kas dan setara kas sekitar Rp 6,1 triliun. Atas dana segar ini, manajemen berencana membayar dan atau melunasi sebagai pinjaman perbankan atau pemegang obligasi, serta sukuk ijarah. Total pelunasan sebagian utang ini berkisar Rp 2,4 triliun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Paska pelaksanaan penjualan aset atau bisnis non inti, perseroan mengalami kelebihan kurang lebih Rp 6,1 triliun, sehingga perseroan bermaksud melakukan penyisihan modal kerja Hypermart dan food division," kata Lina.

"(melakukan) Pencadangan pembayaran dan atau pelunasan seluruh atau sebagian hutang bank kreditur dan pemegang obligasi dan sukuk ijarah perseroan," paparnya.

Dana hasil penjualan aset ini juga dialokasikan sebagai dividen dan atau penurunan nilai nominal saham atau dicadangkan sebagai tambahan modal kerja.

Namun opsi dividen akan dipinggirkan jika terbuka peluang melakukan penurunan modal. "Penurunan modal dipandang sebagai langkah yang tepat untuk mendistribusikan kelebihan likuiditas pemegang saham, selain melalui pembagian dividen," paparnya.

Meski modal diturunkan, manajemen menjamin aski ini tidak berpengaruh negatif pada ekspansi usaha di masa mendatang.

"Karena bisnis Hypermat memiliki kinerja keuntungan dan arus kan yang lebih dari cukup untuk membiayai pendanaan ekspansinya ke depan," ucap Lina.

Manajemen MPPA memang berencana melepas aset non inti ini kepada PT Multipolar Tbk (MLPL). Induk usaha MPPA ini dipandang adalah pihak yang paling ideal.

"Perseroan tidak pernah menawarkan aset/bisnis non inti untuk di jual kepada investor strategis selain MLPL karena aset tersebut memiliki kepentingan sinergi strategis yang vital terharap bisnis inti perseroan," jelas Lina.

(wep/dru)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads