IHSG Melambung Hingga 20 Poin
Rabu, 01 Sep 2004 16:20 WIB
Jakarta - Masuknya investor asing seiring membaiknya persepsi pasar terhadap pasar modal, mampu mendongkrak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Jakarta (BEJ) hingga pada penutupan perdagangan Rabu (1/9/2004) naik 20,392 poin pada level 775,096.Indeks LQ-45 yang terdiri dari 45 saham yang paling aktif ditransaksikan naik 5,384 poin pada level 169,087, Jakarta Islamic Index (JII) naik 3,476 poin pada level 128,847, Indeks Papan Utama (MBX) naik 5,527 poin pada level 206,049 dan Indeks Papan Pengembangan (DBX) naik 4,649 poin pada level 181,709.Perdagangan saham di pasar reguler berlangsung ramai dengan transaksi yang terjadi sebanyak 21.461 kali pada volume 3.647.765 lot saham senilai Rp 1,227 triliun. Sebanyak 96 saham mencatat kenaikan harga, 26 saham mengalami penurunan harga dan 256 saham lainnya stagnan.Saham-saham unggulan mendominasi jajaran top gainer seperti Astra Internasional (ASII) naik Rp 450 menjadi Rp 6.800, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 450 menjadi Rp 13.200, Telkom (TLKM) naik Rp 300 menjadi Rp 7.950, HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 150 menjadi Rp 5.450.Kemudian, Bank Danamon (BDMN) naik Rp 150 menjadi Rp 3.500, Bank BCA (BBCA) naik Rp 75 menjadi Rp 1.875, Adhi Karya (ADHI) naik Rp 70 menjadi Rp 410, Bank Mandiri (BMRI) naik Rp 50 menjadi Rp 1.300, Indosat (ISAT) naik Rp 50 menjadi Rp 4.250 dan Bank Permata (BNLI) naik Rp 50 menjadi Rp 1.025.Sedangkan saham-saham yang mengalami penurunan harga di deretan top loser di antaranya Timah (TINS) turun Rp 50 menjadi Rp 2.075, Pembangunan Jaya Ancol (PJAA) turun Rp 25 menjadi Rp 950, Gajah Tunggal (GJTL) turun Rp 25 menjadi Rp 500, Indorama Syntetics (INDR) turun Rp 10 menjadi Rp 465 dan Artha Pacific Securities (APIC) turun Rp 5 menjadi Rp 30.Kenaikan indeks dimotori oleh melonjaknya saham Telkom dan Astra Internasional yang kemudian diikuti saham-saham unggulan lainnya. Pasalnya, persepsi investor menjelang pelaksanaan pemilu semakin baik, ditambah dengan harga minyak yang mulai menurun.Investor terutama memborong saham Astra Internasional karena emiten yang bergabung konsorsium Standard Chartered Bank ini dikabarkan menjadi calon kuat pemenang divestasi 51 persen saham Bank Permata.
(ani/)











































