Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menunjukkan keperkasaannya dengan menguat 40 poin ke level 4.143 menutup perdagangan akhir pekan
IHSG terkena stimulus positif dari bursa Eropa yang juga menghijau setelah Bos Bank Sentral Eropa Mario Draghi menyatakan dukungan penuh menyelesaikan persoalan krisis utang.
Pagi tadi, IHSG membuka perdagangan awal pekan dengan menguat 28 poin dan terus menanjak. Rencana European Central Bank (ECB) memborong obligasi negara Eropa yang sedang krisis membuat investor makin semangat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada perdagangan preopening, IHSG langsung menanjak 28,729 poin (0,70%) ke level 4.131,586. Sedangkan Indeks LQ45 menguat 7,312 poin (1,04%) ke level 710,843.
Mengakhiri perdagangan, Jumat (7/9/2012) IHSG ditutup menguat 40 poin di level 4.143,679 setelah dibuka pada 4.131,586. Sementara Indeks LQ45 naik 7,975 poin (1,13%) ke level 711,506.
Sentimen positif Eropa membuat pelaku pasar makin semangat berburu saham. Sektor konsumer dan manufaktur mencatat penguatan tertinggi.
Perdagangan hari ini berjalan lebih ramai dari hari kemarin dengan frekuensi transaksi mencapai 118.556 kali pada volume 4,14 miliar lembar saham senilai Rp 3,98 triliun. Sebanyak 158 saham naik, 85 saham turun, dan sisanya 95 saham stagnan.
Pergerakan bursa-bursa di Asia tidak banyak berubah sejak pagi tadi, masih berada di zona hijau hingga penutupan perdagangan sore ini. Termasuk bursa Singapura yang kemarin ditutup melemah.
Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa di regional hingga sore hari ini:
- Indeks Komposit Shanghai naik 75,84 poin (3,70%) ke level 2.127,76.
- Indeks Hang Seng naik 592,86 poin (3,09%) ke level 19.802,16.
- Indeks Nikkei 225 naik 191,08 poin (2,20%) ke level 8.871,65.
- Indeks Straits Times naik 25,99 poin (0,87%) ke level 3.016,52.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Taisho Pharmaceutical Indonesia naik Rp 13.000 ke Rp 238.000, Unilever (UNVR) naik Rp 900 ke Rp 28.000, Inti Bangun (IBST) naik Rp 775 ke Rp 4.400, dan Mayora (MYOR) naik Rp 400 ke Rp 22.200
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Waran Solusi Tunas Pratama (SUPR-W) turun Rp 400 ke Rp 500, Solusi Tunas Pratama (SUPR) turun Rp 350 ke Rp 4.400, Bayan Resources (BYAN) turun Rp 350 ke Rp 11.900, dan XL Axiata (EXCL) turun Rp 250 ke Rp 6.750.











































