PPA Tegaskan Lagi Pentingnya Harga dalam Divestasi Permata
Rabu, 01 Sep 2004 17:06 WIB
Jakarta - Dirut PT PPA Muhammad Syahrial mengatakan, masalah harga dalam divestasi saham Bank Permata memang merupakan faktor penting dalam rangka menutup defisit APBN 2004. Sementara tiga aspek yang diperhitungkan, yakni harga, pengalaman teknis dan permodalan, merupakan 80 persen dari total penilaian.Syahrial menyampaikan hal itu disela seminar API di Hotel Mulia, Jl. Asia Afrika, Jakarta, Senin, (1/9/2004). Dia menjelaskan dalam menetapkan lima shortlisted itu tidak ada kriteria khusus, karena kriteria yang dipakai diterapkan terhadap delapan konsorsium yang menyerahkan preliminary bid.Syahrial mengakui dari konsorsium-konsorsium yang menyerahkan preliminary bid itu merupakan institusi-institusi yang sangat kuat. "Jadi tiga konsorsium yang tidak terpilih semata-mata karena scoring-nya. Kan dalan scoring diambil top lima sebagai selective bidder," katanya.Sementara di tempat yang sama Dirut Bank Mandiri ECW Neloe mengungkapkan, perbankan setidaknya memiliki dua hambatan utama dalam konsolidasi. Pertama, keseriusan regulator dan pemerintah untuk memperkuat perbankan lewat konsolidasi. Seharusnya diberikan equal level playing field bagi bank lokal untuk melakukan akuisisi bank lainnya. Kedua, regulasi yang menghambat kemungkinan konsolidasi melalui akuisisi.Neloe menegaskan, di negara lain BPMK tidak diaplikasikan untuk penyertaan di sektor jasa keuangan. Sementara Dirut Ekesekutif INDEF Iman Sugema mengungkapkan, bank lokal memang tidak akan mampu membeli Bank Permata sendirian. Berdasarkan perhitungannya, misalnya untuk price to book value (PBV/harga buku) dua kali, Bank Mandiri masih kekurangan dana Rp 676 miliar, BNI kurang Rp 1,1 triliun, BCA kurang Rp 780 miliar, BRI kurang Rp 790 miliar, Bank Danamon kurang Rp 1,8 triliun, Bank Panin kurang Rp 1,5 triliun, BII kurang Rp 1,7 triliun dan Bank Niaga kurang Rp 1,7 triliun.Jadi, lanjut dia, dengan sejumlah peraturan yang ada sekarang ini pada tahun 2013 diperkirakan tidak ada satu pun bank lokal yang masuk katagori bank internasional jika semua bank itu tetap berdiri sendiri.Bank juga tidak bisa mengandalkan pertumbuhan organik (kredit) jika ingin beroperasi secara internasional. Konsolidasi perbankan nasional mungkin bisa dicapai melalui akuisisi dan merger.
(mi/)











































