Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan siang dengan stagnan. Investor seperti kehabisan nafas setelah akhir pekan lalu reli cukup tinggi.
Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG menguat 10,417 poin (0,25%) ke level 4.154,056 masih terkena sentimen positif penyelamatan krisis utang Eropa dan rencana stimulus AS. Aksi beli selektif menyasar saham-saham unggulan.
Aksi beli selektif mampu menahan indeks di zona hijau, tapi tidak sampai mendorong penguatan lebih lanjut. Indeks bergerak dalam rentang yang tidak terlalu lebar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Indeks sempat menanjak hingga posisi tertingginya hari ini di level 4.161,750 akibat aksi beli selektif tersebut. Tapi aksi ambil untung menjelang penutupan perdagangan memaksa indeks jatuh ke zona merah, hingga ke level 4.131,500.
Mayoritas indeks sektoral di lantai bursa berakhir di zona hijau, tapi empat sektor terkena aksi ambil untung dan berakhir di teritori negatif, yaitu agrikultur, konstruksi, infrastruktur, dan finansial.
Perdagangan hari ini berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi mencapai 52.627 kali pada volume 1,76 miliar lembar saham senilai Rp 4,97 triliun. Sebanyak 64 saham naik, sisanya 129 saham turun, dan 98 saham stagnan.
Setelah reli di akhir pekan lalu, bursa-bursa di Asia kini mulai konsolidasi dulu. Hingga siang ini pergerakannya masih mixed seperti pagi tadi.
Berikut kondisi bursa-bursa di Asia hingga siang hari ini:
- Indeks Komposit Shanghai naik 7,80 poin (0,37%) ke level 2.135,56. Â
- Indeks Hang Seng naik tipis 17,70 poin (0,09%) ke level 19.819,86. Â
- Indeks Nikkei 225 melemah tipis 12,14 poin (0,14%) ke level 8.859,51. Â
- Indeks Straits Times menipis 1,75 poin (0,06%) ke level 3.009,95. Â
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya United Tractor (UNTR) naik Rp 400 ke Rp 19.750, Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 350 ke Rp 38.950, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 300 ke Rp 50.050, dan Elang Mahkota (EMTK) naik Rp 250 ke Rp 4.850.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Sarana Menara (TOWR) turun Rp 700 ke Rp 23.000, HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 600 ke Rp 51.900, Bayan (BYAN) turun Rp 400 ke Rp 11.500, dan Telkom (TLKM) turun Rp 200 ke Rp 9.450.











































