Eric Jackson, pendiri Ironfire Capital, punya target untuk harga saham Apple di US$ 1.650 atau setara Rp 15 juta per lembar. Menurutnya, target ini bisa dicapai dalam tiga tahun.
Target ini melonjak cukup tinggi jika dibandingkan harga penutupan kemarin di US$ 669,79 per lembar, setelah naik US$ 9,2 (+1,39%). Ini berarti sahamnya naik hampir tiga kali lipat. Prediksi ini, kata dia, bisa dicapai setelah raksasa teknologi itu merilis iPad Mini dan Apple TV.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sampai akhir tahun ini, Apple diprediksi bisa menjual 50 juta unit iPhone 5 di seluruh dunia. Menurut Jackson, angka ini akan naik dua kali lipat di 2015.
"Untuk mencapai 100 juta unit dari hanya 50 juta unit dalam tiga tahun itu sejalan dengan seluruh dunia yang mulai memilih ponsel pintar daripada ponsel lamanya yang kurang canggih. Ini sangat realistis," ujarnya.
Hal senada diungkap Brian White, analis dari Topeka Capital Markets. Ia merekomendasi beli saham Apple dengan target harga jangka panjang US$ 1.111.
"Jika Anda lihat sahamnya sekarang, masih sangat murah. Masih dijual di 11 kali lebih murah dari rata-rata pendapatan tahunan kita, jadi ini masih sangat murah," katanya.
White melihat ruang pertumbuhan yang sangat pesat di industri tablet. Apalagi Apple berencana merilis Apple TV. "Kekhawatiran terbesar Apple saat ini adalah, bisakah mereka tetap menjaga momentum iPhone dalam beberapa tahun ke depan?" katanya.
(ang/dnl)











































