Lagi, Pemerintah Diminta Batalkan Tender Divestasi Permata
Kamis, 02 Sep 2004 13:33 WIB
Jakarta - PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA) dinilai tidak transparan dan terkesan diskriminatif terhadap lima calon investor Bank Permata yang tidak lolos shortlisted. Karenanya, pemerintah diminta membatalkan proses tender bank tersebut.Kelima calon investor yang tidak lolos adalah Bank Mandiri, BRI, Barclay Bank, Swissfirst Bank Wahovia. Sedangkan lima penawar yang lolos shortlisted adalah Konsorsium Commerce, Maybank, Panin, Standard Chartered Bank dan United Overseas Bank.Dalam siaran persnya di Jakarta, Kamis, (2/9/2004), Konsorsium untuk Transparansi Informasi Publik (KUTIP) menilai, manajemen PPA sama sekali tidak menjelaskan secara detail kepada publik konsorsium mana yang memberikan harga tertinggi. "Tidak transparannya penjelasan PPA mengenai harga divestasi jelas menimbulkan kecurigaan bahwa pihak PPA sudah mengarahkan calon pemenang tender kepada investor tertentu," kata Direktur Eksekutif KUTIP Hans Suta Widhya.Terkait dengan hal itu, lanjut Hans, KUTIP mendukung sepenuhnya niat dan upaya sejumlah anggota DPR yang meminta pemerintah membatalkan tender divestasi 51 persen saham Bank Permata.Selain itu, pemerintah dan menajemen PPN juga diminta segera memberikan penjelasan secara terbuka kepada masyarakat pada tingkat berapa masing-masing konsorsium tersebut memberikan penawaran harga, baik yang tersingkir maupun yang lolos.KUTIP juga menilai masalah statemen conflict of interest yang sudah digulirkan manajemen PPA terhadap konsorsium investor lokal perlu dijelaskan lebih detail."Karena timbul pertanyaan di masyarakat, apakah pihak Astra Internasional yang menggandeng SCB termasuk potensial conflict of interest tidak, karena Astra pernah memiliki Bank Universal yang dimerger ke Bank Permata," kata Hans.Disebutkan, tender divestasi dapat dilakukan kembali setelah pemerintah dan PPA menjelaskan proses tender dan penawaran harga secara terbuka, sehingga memudahkan pengawasan publik.
(mi/)











































