WICO Tempuh Debt to Equity Swap atas Utang US$ 84,7 Juta

WICO Tempuh Debt to Equity Swap atas Utang US$ 84,7 Juta

- detikFinance
Jumat, 03 Sep 2004 12:01 WIB
Jakarta - Perusahaan distributor, PT Wicaksana Overseas International Tbk., (WICO), menempuh pola debt to equity swap (pengalihan utang menjadi modal) untuk menuntaskan restrukturisasi utangnya senilai 84,7 juta dolar AS yang telah jatuh tempo pada tahun 2001.Jika kreditur menyetujui pola ini perseroan akan segera melakukan penerbitan saham baru (right issue). Hal ini diungkapkan Direktur WICO Eka Hadi Djaja dalam publik ekspose yang berlangsung di Gedung BEJ, Jl. Jend. Sudirman, Jakarta, Jumat, (3/9/2004).Menurut Eka, restrukturisasi utang tersebut diharapkan bisa disetujui kreditur tahun ini juga karena perseroan ingin segera menghapus defisiensi modal yang dialami, di mana per Maret 2004 defisiensi modal mencapai Rp 290,140."Kita berharap tahun ini bisa menghilangkan capital defisiensi, di mana caranya dengan debt to equity swap," kata Eka.Sebelumnya perseroan telah melakukan debt to equity swap, di mana kreditur perbankan saat ini memiliki 20 persen saham WICO. Dengan dilakukannya kembali debt to equity swap, maka kepemilikan kreditur perbankan bisa melebihi 20 persen.Kreditur WICO, menurut Eka, lebih dari 10 institusi perbankan, baik dari dalam negeri maupun dalam negeri, diantaranya Deutsche Bank dan Sumitomo Bank.Eka juga menjelaskan, belum tuntasnya pinjaman senilai 84,7 juta dolar AS tersebut telah mengakibatkan perseroan sejak tahun 2001 mengalami forex loss akibat imbas dari fluktuasi rupiah.Saat ini untuk memperbesar usahanya WICO mencoba menciptakan produk sendiri dan memasarkannya sendiri. Selain itu juga diupayakan mencari investor strategis untuk membantu anak usahanya di bidang ritel dan logistik.Eka juga menjanjikan laporan keuangan semester I 2004 bisa dipublikasikan pada pekan kedua September, sehingga imbauan BEJ agar perseroan segera menerbitkan laporan keuangannya sebelum 30 September bisa dipenuhi.tahun2 0033, WICO mengalami penurunan penjualan menjadi Rp 1,358 triliun dibanding tahun 2002 yang sebesar Rp 1,835 triliun, sehingga pada tahun 2003 mencatat rugi bersih Rp 32 miliar dibandingkan tahun 2002 yang untung Rp 71 miliar. Penurunan kinerja ini terjadi karena salah satu produk Extra Joss memutuskan kontraknya dengan WICO. Saat ini harga saham WICO di BEJ di level Rp 170 turun Rp 10. (mi/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads