Kimia Farma Bersedia Dimerger dengan Indofarma

Kimia Farma Bersedia Dimerger dengan Indofarma

- detikFinance
Jumat, 03 Sep 2004 13:06 WIB
Jakarta - BUMN farmasi, PT Kimia Farma (KAEF) bersedia dimerger dengan PT Indofarma (INAF), tetapi syaratnya Indofarma harus direstrukturisasi terlebih dahulu. KAEF juga menginginkan jika merger direalisasikan, INAF tidak hanya fokus pada produk generik saja mengingat marjinnya yang kecil."Kita siap kalau diminta, bagaimana pun INAF itu saudara kita. Tapi sebaiknya kalau dimerger ada masa transisi," kata Direktur Keuangan KAEF M. Syamsul Arifin usai RUPS dikantornya, Jl. Veteran, Jakarta, Jumat, (3/9/2004). RUPS sendiri mengagendakan Komisaris Azrul Azwar yang digantikan Sofyan Djalil.Syamsul juga menjelaskan jika dilakukan merger harus memperhatikan tiga hal. Pertama, dari sisi aset karena bagaimana pun INAF sudah memiliki aset dan kapasitas yang besar yang jika dimerger akan meningkatkan kapasitas KAEF.Kedua, posisi liabilitas yang berat sekali. Ketiga, masalah bisnis inti, di mana INAF didirikan untuk fokus pada produk generik yang marjinnya kecil. Padahal, perseroan juga harus realistis dengan kondisi saat ini."Jadi intinya bisa dimerger kalau INAF direstrukturisasi dulu," katanya.Mengenai kinerja, hingga akhir tahun 2004, KAEF menargetkan penjualan sebesar Rp 1,96 triliun naik delapan persen dibandingkan tahun 2003. Sedangkan, penjualan sampai semester I 2004 telah mencapai Rp 887,77 miliar naik 41,4 persen dibandingkan semester I 2003.Untuk laba bersih hingga akhir tahun 2004 diperkirakan mencapai Rp 76,9 miliar atau naik 80 persen dibandingkan tahun 2003. kenaikan ini karena meningkatnya penjualan serta turunnya harga pokok produksi.Sampai semester I 2004, laba bersih KAEF yang telah dicapai sebesar Rp 37,5 miliar. Sedangkan, untuk tahun 2005 perseroan menargetkan penjualan mencapai Rp 2,22 triliun atau naik 11,5 persen dari estimasi perolehan tahun 2004. Begitu pula untuk laba bersih tahun 2005 diperkirakan naik 33,42 persen menjadi Rp 102,6 miliar dari estimasi pencapaian 2004.Standar ASEANSementara itu, Dirut KAEF Gunawan Pranoto mengatakan, untuk memenuhi persyaratan ASEAN GMP (good manufakturing practice) yang di Indonesia mulai diterapkan pada tahun 2007, perseroan akan menganggarkan dana sebesar Rp 100 miliar-Rp 150 miliar untuk persyaratan pemenuhan standar baru.Dana tersebut digunakan untuk pembangunan fasilitas baru atau merenovasi seluruh peralatan yang ada sehingga memenuhi standar. Untuk pendanaan itu perseroan sedang mengkaji alternatif pinjaman bank atau penerbitan obligasi. "Karena kalau dari dana internal itu agak berat," kata Gunawan.Mengenai merosotnya rupiah, hingga saat ini, kata dia, tidak berpengaruh besar terhadap perseroan. Pasalnya, KAEF sudah mengantisipasi pembelian barang sejak sebelum berfluktuasi."Produk yang paling terkena itu adalah barang jadi, tapi kita masih punya kina dan yodium untuk ekspor yang tidak terpengaruh rupiah," kata dia. (mi/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads