Dirut PPA: Jangan Khawatirkan Masuknya Astra ke Permata

Dirut PPA: Jangan Khawatirkan Masuknya Astra ke Permata

- detikFinance
Jumat, 03 Sep 2004 13:52 WIB
Jakarta - Dirut PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA) Muhammad Syahrial menyatakan, masuknya Konsorsium Standard Chartered Bank (SCB) yang menggandeng Astra Internasional dalam shortlisted bidder tidak perlu dirisaukan, meski Astra sebelumnya sempat memiliki saham di Bank Universal yang dimerger ke Bank Permata.Masuknya pemilik lama ke Bank Permata, kata Syahrial di Gedung Depkeu, Jl. Lapangan Banteng, Jakarta, Jumat, (3/9/2004), sangat kecil kemungkinannya."Nggaklah.., kan Astra Internasional sahamnya dulu dimiliki BPPN setelah mendapat limpahan dari orang-orang seperti Usman Atmajaya, Bob Hasan dan Prayogo Pangestu. Kemudian saham BPPN dijual pada zaman Pak Cacuk," katanya.Syahrial juga menyebutkan Bank Universal pada dasarnya juga bukan merupakan bank yang bermasalah walau kemudian dimerger menjadi Bank Permata saat itu."Bank Universal dimerger bukan karena bermasalah, itu kan sama seperti bank-bank BUMN yakni BDN, Bank Eksim, BBD yang dimerger menjadi Bank Mandiri. Jadi, masalahnya bukan faktor ownership karena dulu yang memiliki adalah BPPN," katanya.Syahrial melihat ketakutan pemilik-pemilik lama di Bank Universal masuk ke Bank Permata sangat berlebihan. "Saya rasa tidak perlu dikhawatirkan masuknya pemilik laam lewat Astra, karena siapa pun tahu harga Permata saat ini cukup tinggi yakni 1,8-2,4 kali nilai buku," katanya.Sementara itu, menkeu Boediono saat dikonfirmasi mengenai dominasi investor asing dalam proses divestasi Bank Permata, hanya mengatakan bahwa dari sisi investor yang masuk shortlisted bidder juga sudah mencakup investor lokal.Dan penentuan shortlisted bidder sudah mencakup tim dari PPA, tim independen dan juga tim dari Depkeu. Meski demikian, pihaknya siap memberikan keterangan jika sewaktu-waktu dipanggil Komisi IX DPR RI."Kalau menteri dipanggil untuk memberikan keterangan ke komisi tentunya kita siap," katanya. (mi/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads