Polysindo Dapat Kucuran Modal Bank Asing Sedikitnya US$ 10 Jt
Jumat, 03 Sep 2004 16:35 WIB
Jakarta - PT Polysindo Eka Perkasa Tbk., (POLY), kini tengah melakukan pembicaraan dengan dua bank asing yang akan memberikan pinjaman modal sebesar 10 juta-12 juta dolar AS.Diharapkan pinjaman ini bisa diperoleh sekitar Oktober atau November 2004 setelah adanya implementasi restrukturisasi yang dijalankan PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA).Demikian diungkapkan Dirut POLY V. Ravi Shangkar dalam publik ekspose yang berlangsung di Marcantile Club, Gedung WTC, Jl. Jend. Sudirman, Jakarta, Jumat, (3/9/2004).Menurut Ravi, kebutuhan modal kerja Polysindo mencapai 50 juta-60 juta dolar AS. Akibat ketiadaan dana tersebut, perseroan mengalami rugi tahun 2003 sebesar Rp 1,145 triliun dan pada semester I 2004 Rp 2,314 triliun.Selain itu, utilasi perseroan juga turun hingga 30-40 persen karena fasilitas modal kerja dari BNI telah berhenti sejak Maret 2003. Namun perseroan optimis dengan munculnya pendanaan baru, pada kuartal IV ini kapasitas produksi bisa meningkat.Polysindo per Juni 2003 mengalami defisiensi modal Rp 11,1 triliun dengan jumlah kewajiban Rp 18,022 triliun. Saat ini 40 persen saham Polysindo masih dimiliki publik.Texmaco JayaRavi yang juga Dirut PT Texmaco Jaya Tbk., mengungkapkan, perseroan juga mengalami hal yang sama dengan induknya, yakni kekurangan modal kerja sebesar 10 juta-12,5 juta dolar AS.Akibatnya, utilisasi perseroan hanya mencapai 20 persen saja dan telah memutuskan hubungan kerja sebanyak 3.500 karyawan atau sekitar 60 persennya. Namun, dengan adanya suntikan dana di Polysindo pada Oktober nanti diharapkan kapasitas produksi Texmaco bisa naik sampai 50 persen.PT Polysindo menguasai 92 persen saham di Texmaco Jaya dan sisanya 8 persen oleh publik. Texmaco mengalami defisiensi modal per Juni Rp 1,218 triliun.
(mi/)











































