Di Uni Eropa, imbal hasil obligasi Spanyol dan Italia meningkat, sementara milik Jerman turun. Sedangkan nilai tukar euro terus menguat secara perlahan setelah dua bank sentral itu mengeluarkan kebijakan baru.
Harga-harga komoditas juga ikut turun, harga minyak dunia berkurang sekitar 3% setelah maraknya aksi jual kemarin, begitu pula dengan harga emas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada penutupan perdagangan Senin waktu setempat, Indeks Dow Jones melemah 40,27 poin (0,30%) ke level 13.553,10. Indeks Standard & Poor's turun 4,58 poin (0,31%) ke level 1.461,19. Indeks Komposit Nasdaq kehilangan 5,28 poin (0,17%) ke level 3.178,67.
Saham-saham di Wall Street sempat naik ke posisi tertingginya dalam lima tahun terakhir setelah The Fed berencana akan melakukan pembelian mortgage debt sebesar US$ 40 juta per bulan dan juga akan menahan suku bunga rendah hingga pertengahan 2015, sebelumnya hanya sampai akhir 2014.
Pembelian surat utang tersebut akan dilakukan hingga pasar tenaga kerja membaik karena sudah 43 bulan angka pengangguran berada di atas 8% dan belum membaik. Langkah yang diambil the Fed ini diharapkan bisa meningkatkan kepercayaan dalam berinvestasi, konsumsi, dan jumlah tenaga kerja.
Atas stimulus ini, the Fed merevisi proyeksi angka pengangguran untuk 2014 dari 7%-7,7% menjadi 6,7%-7,3% dan untuk 2015 kisaran 6%-6,8%. Fed juga menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi 2013 dari 2,2%-2,8% menjadi 2,5%-3%, sedangkan 2014 dari 3%-3,5% menjadi 3%-3,8%.
(ang/ang)











































