Investor Ambil Untung, Wall Street Kena Koreksi

Investor Ambil Untung, Wall Street Kena Koreksi

- detikFinance
Selasa, 18 Sep 2012 07:46 WIB
Investor Ambil Untung, Wall Street Kena Koreksi
New York - Saham-saham di Wall Street mulai terkena aksi ambil untung setelah pekan lalu naik ke posisi tertinggi dalam lima tahun terakhir. Investor mulai bertanya-tanya apakah kebijakan baru yang diberikan European Central Bank (ECB) dan Federal Reserve sudah cukup untuk menanggulangi krisis ekonomi dunia.

Di Uni Eropa, imbal hasil obligasi Spanyol dan Italia meningkat, sementara milik Jerman turun. Sedangkan nilai tukar euro terus menguat secara perlahan setelah dua bank sentral itu mengeluarkan kebijakan baru.

Harga-harga komoditas juga ikut turun, harga minyak dunia berkurang sekitar 3% setelah maraknya aksi jual kemarin, begitu pula dengan harga emas.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Semua orang masih mengambil untung dari (kenaikan) akhir pekan lalu, itu sebagian yang terjadi," kata Stephen Massocca, managing director dari Wedbush Morgan di San Francisco, dikutip dari Reuters, Selasa (18/9/2012).

Pada penutupan perdagangan Senin waktu setempat, Indeks Dow Jones melemah 40,27 poin (0,30%) ke level 13.553,10. Indeks Standard & Poor's turun 4,58 poin (0,31%) ke level 1.461,19. Indeks Komposit Nasdaq kehilangan 5,28 poin (0,17%) ke level 3.178,67.

Saham-saham di Wall Street sempat naik ke posisi tertingginya dalam lima tahun terakhir setelah The Fed berencana akan melakukan pembelian mortgage debt sebesar US$ 40 juta per bulan dan juga akan menahan suku bunga rendah hingga pertengahan 2015, sebelumnya hanya sampai akhir 2014.

Pembelian surat utang tersebut akan dilakukan hingga pasar tenaga kerja membaik karena sudah 43 bulan angka pengangguran berada di atas 8% dan belum membaik. Langkah yang diambil the Fed ini diharapkan bisa meningkatkan kepercayaan dalam berinvestasi, konsumsi, dan jumlah tenaga kerja.

Atas stimulus ini, the Fed merevisi proyeksi angka pengangguran untuk 2014 dari 7%-7,7% menjadi 6,7%-7,3% dan untuk 2015 kisaran 6%-6,8%. Fed juga menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi 2013 dari 2,2%-2,8% menjadi 2,5%-3%, sedangkan 2014 dari 3%-3,5% menjadi 3%-3,8%.

(ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads