Group Chief Executive CIMB Group Dato' Sri Nazir Razak menjelaskan, aksi dual listing sesuai dengan visi perseroan sebagai korporasi yang melayani di seluruh negara Asean. Dengan mencatatkan sahamnya, CIMB Group ingin membagi kepemilikan kepada masyarakat Indonesia.
"Aturan kita tunggu dari regulator. Kita tetap ingin selenggarakan (dual listing). Kita memang ingin menjadi perusahaan terbesar di Asean dan dengan listing, pemegang saham di Indonesia dapat memiliki. Tidak hanya di Indonesia, tapi untuk publik Thailand (dual listing)," kata Sri Nazir Razak di kantor Sekretariat Asean Jakarta, Selasa (18/9/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Group perusahaan jasa keuangan ini memang sangat bernafsu menginvasi pasar Asean. Melalui anak-anak usaha, CIMB Group telah beroprasi di 9 dari total 10 negara Asia Tenggara. Hanya Laos yang belum dimasuki CIMB Group.
"Untuk Laos kami akan masuk tidak lama lagi. Dan CIMB adalah perusahaan Asean, namun berkantor pusat di Malaysia. We are Local Asean Bank," tegasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Datok' mengumumkan terselenggaranya CIMB Young Asean Summit 2012. Diskusi dua hari ini diikuti 50 mahasiswa dan 10 negara Asean. Mereka diajari membina hubungan antara negara dan diplot sebagai Diplomat.
"Selama dua hari ini mereka pura-pura sebagai diplomat Asean, dan tujuannya membina generasi muda dan menunjukkan kepedulian terhadap Asean," imbuh Presiden DIrektur CIMB Niaga, Arwin Rasyid.
(wep/ang)











































