Profit taking Masih Berlanjut, Wall Street Bergerak Lesu

Profit taking Masih Berlanjut, Wall Street Bergerak Lesu

Angga Aliya ZRF - detikFinance
Rabu, 19 Sep 2012 07:55 WIB
Profit taking Masih Berlanjut, Wall Street Bergerak Lesu
New York - Pasar saham Wall Street berakhir datar menyusul aksi ambil untung lanjutan yang dilakukan investor. Pasalnya, posisi indeks The Standard & Poor's 500 masih tinggi, naik lebih dari 5% sejak Juli lalu.

Jatuhnya harga minyak juga menjadi faktor pemberat pasar, indeks sektor energi di S&P 500 melemah 0,7% memimpin pelemahan di antara sektor-sektor lainnya.

Akhir pekan lalu, indeks menguat ke posisi tertingginya dalam lima tahun, didorong rencana stimulus tahap ketiga yang dilakukan The Federal Reserve untuk mendorong perekonomian Amerika Serikat (AS).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita sudah sampai pada titik di mana momentum harga saham sudah melebihi rata-rata harga pasar di akhir pekan lalu," kata Fred Dickson, kepala strategi pasar dari D.A. Davidson & Co di Lake Oswego, Oregon dikutip dari Reuters, Rabu (19/9/2012).

"Sekarang kita memasuki periode yang sepi," tambahnya.

Saham FedEx jatuh 3,1% ke level US$ 86,55. Indeks transportasi dan logistik di Dow Jones pun kehilangan 1,1%. FedEx memangkas target perolehan laba tahun depan gara-gara melambatnya pertumbuhan ekonomi dunia.

Sementara Apple Inc, yang baru saja mencetak rekor penjualan iPhone 5, memberikan topangan kepada pasar. Sahamnya kembali cetak rekor tertinggi sepanjang sejarah di posisi US$ 702,33 sebelum ditutup di US$ 701,91, naik 0.3%.

Pada penutupan perdagangan Selasa waktu setempat, Indeks Dow Jones naik tipis 11,54 poin (0,09%) ke level 13.564,64. Indeks Standard & Poor's 500 melemah tipis 1,87 poin (0,13%) ke level 1.459,32. Indeks Nasdaq menipis ke level 0,87 poin (0,03%) ke level 3.177,80.

(ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads