Jatuhnya harga minyak juga menjadi faktor pemberat pasar, indeks sektor energi di S&P 500 melemah 0,7% memimpin pelemahan di antara sektor-sektor lainnya.
Akhir pekan lalu, indeks menguat ke posisi tertingginya dalam lima tahun, didorong rencana stimulus tahap ketiga yang dilakukan The Federal Reserve untuk mendorong perekonomian Amerika Serikat (AS).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sekarang kita memasuki periode yang sepi," tambahnya.
Saham FedEx jatuh 3,1% ke level US$ 86,55. Indeks transportasi dan logistik di Dow Jones pun kehilangan 1,1%. FedEx memangkas target perolehan laba tahun depan gara-gara melambatnya pertumbuhan ekonomi dunia.
Sementara Apple Inc, yang baru saja mencetak rekor penjualan iPhone 5, memberikan topangan kepada pasar. Sahamnya kembali cetak rekor tertinggi sepanjang sejarah di posisi US$ 702,33 sebelum ditutup di US$ 701,91, naik 0.3%.
Pada penutupan perdagangan Selasa waktu setempat, Indeks Dow Jones naik tipis 11,54 poin (0,09%) ke level 13.564,64. Indeks Standard & Poor's 500 melemah tipis 1,87 poin (0,13%) ke level 1.459,32. Indeks Nasdaq menipis ke level 0,87 poin (0,03%) ke level 3.177,80.
(ang/ang)











































