Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG berkurang 6,416 poin (0,15%) ke level 4.217,468 akibat aksi ambil untung yang kembali terjadi. Investor masih memanfaatkan posisi saham-saham yang masih tinggi untuk profit taking.
Beberapa saham unggulan yang sudah terkoreksi kini mulai diburu, seperti saham-saham tambang. Saham-saham ini berhasil menahan koreksi bursa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada penutupan perdagangan sesi I, Rabu (19/9/2012), IHSG menanjak 26,555 poin (0,63%) ke level 4.250,449. Sementara Indeks LQ45 menguat 5,433 poin (0,75%) ke level 733,002.
Saham-saham tambang yang kemarin jadi bulan-bulanan kini mulai perkasa dan melesat paling tinggi di antara sektor lainnya. Posisi indeks kembali mendekati rekor tertingginya yang diraih Jumat lalu di 4.256,998.
Perdagangan hari ini berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 77.270 kali pada volume 2,012 miliar lembar saham senilai Rp 2,23 triliun. Sebanyak 137 saham naik, sisanya 71 saham turun, dan 85 saham stagnan.
Bursa-bursa di Asia mampu mempertahankan momentum penguatan sehingga akhirnya kompak menguat di zona hijau. Bursa saham Jepang memimpin penguatan hari ini dengan lonjakan hampir dua persen.
Berikut kondisi bursa-bursa di regional hingga siang hari ini:
- Indeks Komposit Shanghai naik tipis 3,53 poin (0,17%) ke level 2.063,07. Â
- Indeks Hang Seng menguat 216,83 poin (1,05%) ke level 20.818,76. Â
- Indeks Nikkei 225 melonjak 150,10 poin (1,65%) ke level 9.273,87. Â
- Indeks Straits Times bertambah 8,37 poin (0,27%) ke level 3.076,35. Â
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Sarana Menara (TOWR) naik Rp 2.550 ke Rp 19.200, Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 1.000 ke Rp 41.400, Gudang Gara, (GGRM) naik Rp 950 ke Rp 48.650, dan HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 650 ke Rp 52.900.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Hexindo (HEXA) turun Rp 350 ke Rp 8.450, Unilever (UNVR) turun Rp 200 ke Rp 27.500, Surya Citra (SCMA) turun Rp 100 ke Rp 10.300, dan Jaya Konstruksi (JKON) turun Rp 90 ke Rp 1.460.
(ang/dru)











































