Harga Saham Bank Permata di Pasar Tak Realistis

Harga Saham Bank Permata di Pasar Tak Realistis

- detikFinance
Senin, 06 Sep 2004 11:14 WIB
Jakarta - Harga saham PT Bank Permata Tbk (BNLI) di pasar saat ini dinilai sudah tidak realistis dan terlalu mahal. Hal itu merujuk jika PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA) menetapkan harga buku dari Bank Permata sebesar Rp 250 per saham untuk divestasi 51 persen saham bank tersebut.Untuk itu, investor disarankan tidak terkecoh dengan harga saham Bank Permata di pasar karena terpengaruh euforia divestasi. Demikian diungkapkan analis dari BNI Securities, Fendi Susianto, saat ditemui di gedung Bursa Efek Jakarta, Jl. Jenderal Sudirman, Senin (6/9/2004).Menurut Fendi, dengan nilai buku sebesar Rp 258 per saham, maka harga saham Bank Permata yang realistis di pasar hanya 2,5 kali atau sebesar Rp 625-650 per saham. Angka itu dianggap sudah merupakan harga fundamental Bank permata dalam jangka panjang."Jadi investor jangan terjebak dengan euforia divestasi Bank Permata saat ini. Realistis saja, harga Rp 1.025 di pasar saat ini sudah kemahalan. Lebih baik kalau ada kesempatan dilepas saja, daripada merugi," kata Fendi.Harga saham bank Permata saat ini berada di kisaran Rp 1.025-1.050 per saham dan sejak awal para analis sudah memperingatkan harga tersebut sudah kemahalan. Hal itu juga dipertegas oleh pengumuman PPA di media massa hari ini yang menyebutkan nilai buku saham Bank Permata hanya Rp 258 per saham.Dikhawatirkan, saham Bank Permata akan anjlok setelah hasil divestasi diumumkan. "Karena bagaimanapun investor yang nge-bid (menawar) tidak akan mau menawar hingga Rp 1.000, pasti di bawah itu. Akibatnya, investor retail yang akan banyak mengalami kerugian," ujarnya.Kondisi ini, lanjut Fendi, sama seperti proses divestasi Bank Niaga dimana saat itu harga sahamnya sampai Rp 170 per saham. Namun setelah ada pengumuman dimana pemenang divestasi hanya menawar Rp 26,5 per saham, harga saham Bank Niaga langsung melorot dan saat ini hanya bertahan di level Rp 30-an per saham.Fendi melihat, dari kelima calon investor Bank Permata yang berpeluang memenangkan divestasi ini adalah mereka yang menggandeng investor lokal. Pasalnya, PPA akan belajar dari pengalaman sebelumnya dimana asing selalu memenangkan divestasi dan hal itu banyak diprotes masyarakat. "Kalau dia murni asing, sepertinya sulit untuk menang," tuturnya.Seperti diketahui, tiga investor asing yang menggandeng investor lokal adalah konsorsium Standard Chartered Bank (SCB) yang menggandeng Astra Internasional, konsorsium Panin-ANZ dan konsorsium Maybank-Jamsostek. Sedangkan dua konsorsium lainnya yang murni asing adalah konsorsium United Overseas Bank (UOB) dan konsorsium Commerce. Saat ini, PPA menawarkan saham Bank Permata di kisaran 1,8-2,39 kali nilai buku. (ani/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads