Dituduh Ada Penyimpangan Dana, Saham-saham Grup Bakrie 'Tiarap'

Dituduh Ada Penyimpangan Dana, Saham-saham Grup Bakrie 'Tiarap'

- detikFinance
Selasa, 25 Sep 2012 08:09 WIB
Dituduh Ada Penyimpangan Dana, Saham-saham Grup Bakrie Tiarap
Jakarta - Pengumuman penyelidikan oleh Bumi Plc atas indikasi penyimpangan kinerja keuangan dan operasi anak usahanya di Indonesia, PT Bumi Resources Tbk (BUMI), berdampak luas pada kinerja saham group Bakrie. Tidak hanya BUMI yang turun tajam, saham-saham yang masih terafiliasi juga mencatat pertumbuhan negatif.

Penurunan tidak terjadi hanya pada dua saham grup Bakrie, PT Bakrie And Brothers Tbk (BNBR) dan PT Darma Henwa Tbk (DEWA). PT Bakrie And Brothers Tbk (BNBR), perusahaan investasi ini tercatat stagnan pada perdagangan Senin ini karena telah berada pada harga saham terbawah Rp 50 per lembar saham. Saham gocap juga disematkan kepada saham PT Darma Henwa Tbk (DEWA) karena sudah berada di batas terbawah, Rp 50 per lembar saham.

Menurut analis MNC Securities, Edwin Sebayang, investor mulai cemas akan kabar negatif terbaru dari Bumi Plc ini. Ia meminta investor waspada terhadap kejatuhan saham Bumi Plc tersebut karena sampai dengan saat ini belum ada kejelasan bagaimana nasib penjualan Fajar Bumi Sakti oleh Bumi Resources.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Padahal dari penjualan tersebut diharapkan dapat meraih untung US$ 200 juta untuk membayar sebagian kecil utang Bumi Resources yang jatuh tempo. Total kewajiban US$ 6,5 miliar di triwulan II-2012 yang membuat rasio utang terhadap ekuitasnya (debt to equity ratio) mencapai 8,91 kali dan rasio beban bunga (interest coverage ratio) yang mencapai -86% di tengah rugi bersih yang dimiliki sekitar US$ 330 juta per semester I-2012.

Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), pada akhir sesi II Senin (24/9/2012), terlihat saham PT Berau Coal Energy Tbk (BRAU) hingga PT Viva Media Tbk (VIVA) mencatat pelemahan.

8. PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG)

Saham ENRG, perusahaan migas dibawah kelompok usaha Bakrie mencatat penurunan 12,5% menjadi Rp 96 per lembar, dari posisi sebelumnya Rp 84 per lembar.

7. PT Bakrie Sumatra Plantations Tbk (UNSP)

UNSP, emiten grup Bakrie bidang perkebunan kelapa sawit dan karet melemah 8,9% menjadi Rp 146 per lembar saham dari Rp 133 per lembar saham.

6. PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL)

Saham perusahaan jasa telekomunikasi ini mengalami penurnan 16,85% menjadi Rp 89 per lembar saham dari Rp 74 per lembar saham.

5. PT Bakrie & Brothers

Saham perusahaan induk grup Bakrie ini masih tiarap di harga terakhirnya sejak lama, yaitu Rp 50 per lembar tanpa bergerak sama sekali.

4. PT Bakrieland Development Tbk (ELTY)

Saham perusahaan grup Bakrie bidang properti dan kawasan khusus ini mengalami penurunan 11,86% menjadi Rp 52 per lembar saham Senin ini. Saham ELTY melemah dibandingkan posisi pekan lalu Rp 59 per lembar saham.

3. PT Visi Media Asia Tbk (VIVA)

VIVA sebagai saham yang tercatat paling muda di Bursa Indonesia mengalami penurunan 6,06% menjadi Rp 465 per lembar saham dari Rp 495 per lembar saham.

2. PT Berau Coal Energy Tbk (BRAU)

Saham Berau Coal menutup perdagangan Senin pada posisi Rp 570 per lembar, atau melemah 12,28% dari posisi sebelumnya Rp 500 per lembar saham.

1. Bumi Resources (BUMI)

Saham BUMI ditutup turun 17,07% menjadi Rp 680 per lembar saham di penutupan hari ini dari Rp 820 per lembar saham di penutupan akhir pekan lalu.
Halaman 2 dari 9
(wep/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads